This is the story :)
Agak klise deh judulnya. Tapi memangitulahkenyataannya. he..he.. Menulis itu sulit. Kesulitannya bukan pada teknik menulis. Bunda ga bilang kalau Bunda sudah menguasai teknik menulis ya. he..he.. Tapi menurut Bunda, teknik menulis bisa dipelajari, dan melalui latihan yang kontinu, pasti semua orang (insyaALLAH termasuk Bunda ya... ) akan bisa menulis yang baik dan benar.
Sesungguhnya setiap orang bisa menulis. Termasuk Bunda. Bisa nulis. Nulis apaaaa saja. Mau itu jelek atau bagus, itu nomor 23 (so yang nomor 1 - 22 nya apa??). Nah, tantangan menulis yang Bunda rasakan adalah :
1. Menanamkan komitmen untuk menyediakan waktu untukmenulis setiap hari, dan konsisten melaksanakannya. Kata Ibu Indari Mastuti dalam sebuah web (sorry, lupa web nya yang mana). Sediakan waktu untuk menulis setiap hari dengan konsisten. Ga perlu berlama-lama, misalkan 10 menit, 1 jam, kalau konsisten dilakukan pasti akan menghasilkan sesuatu yang positif.
2. Mengalahkan mood 'males nulis', apalagi kalau idenya lagi mentok.
Untuk nomor 1 dan 2, sakit akutnya Bunda adalah... kalo nulis, ada ide, harus capcus ditumplekin semuanya. Kalo ngga, rasanya kaya orang laper ditahan gitu deh, ga nyaman. Kalo ditumplekin setengah-setengah, suka dihinggapi penyakit males atau ga mood. Berasa idenya ga se-fresh waktu awal tuh ide muncul. Konsekuensi yang terjadi adalah ... kalo start ngetiknya malem-malem, abis nungguin azka bobo, Bunda suka bablas sampe jam 3 pagi. Nah, besoknya kerja, jadi ga bagus deh efeknya. Ngantuk. EFek lain adalah ... Abi suka ga seneng lihat Bunda manteng depan komputer sampe dini hari gitu. Jadi, solusi terbaik adalah... Bunda musti disiplin nulis setiap hari dengan durasi waktu yang harus dibatasi. it's a must, for the benefits of all.
3. Telaten untuk me-rewrite tulisan yang udah pernah dibuat. Apalagi kalau tulisanitu sudah pernah direview oleh orang lain yang udah pengalaman nulis, untuk dilakukan perbaikan.
4. Merapikan file-file hasil ulisan. Biar ketahuan progress nya.
Jadi, empat hal ini menjadi PR Bunda mulai sekarang. Ayo smangat mulai!
Moga memberikan hasil terbaik. Amien.
Monday, 12 September 2011
Saturday, 10 September 2011
Melatih Hati Melihat Status
This is the story :)
Facebook adalah sebuah situs jejaring sosial yang (kayanya nih) dimiliki oleh hampir semua penduduk dunia yang bersentuhan dengan internet. Note : Tapi Bunda kenal lho, ada orang yang ga mau punya facebook. he..he..
Hm.. kalo mengupas facebook dan feature nya akan suangat panjang bahasannya. sedangkan di sini Bunda pengen berbagi hasil pengamatan.
Jadi, Bunda aktif buka facebook waktu pindah ke kantor baru. Di kantor lama, facebook ga bisa diakses, jadinya Bunda ga pernah buka-buka. Bunda bilang ke adik Bunda, males ah main facebook-an. Terus adik Bunda bilang kalau malesnya Bunda itu karena ga bisa ngakses. Kalau bisa ngakses, pasti jadi 'banci facebook' juga.
Dan ternyata... saat di kantor Bunda yang baru kita bisa akses facebook secara bebas, Bunda ga terlalu aktif facebook an, dalam arti suka ganti-ganti status wall, suka upload foto. Ngga, Bunda malas mengerjakannya. Dan menurut Bunda, hal-hal itu adalah privacy di mana ga semua hal yang kita kerjakan atau kita rasakan perlu diketahui orang banyak. Dan Abi pun setipe sama Bunda. Jadi Abi dan Bunda, adalah pemain pasif nya facebook. he..he.. Tapi memang ada feature nya yang kita manfaatkan. Seperti untuk silaturahim ke teman, update info atau berita baru atau unik, dan juga berbagi artikel yang menarik.
Salah satu feature unggulannya facebook adalah kita bisa nulis apapun di wall. Most likely, yang sering Bunda perhatikan status teman-teman adalah ... curhatannya baik itu seneng atau sedih, aktivitasnya lagi ngapain dan perasaan yang menyertainya, serta 'prestasi' atau 'pencapaian bagus' yang ia peroleh. Oh ya, feature lain lagi yang sering diupdate adalah foto.Kalo zaman dulu foto-foto digunakan untuk dokumentasi keluarga dengan cara negatif film nya dicetak, terus disimpan di album untuk suatu hari dikenang atau jadi bahan cerita, kalau sekarang foto-foto itu langsung dipamerkan ke dunia maya tak bertepi (pinjam istilahnya ibu Elly Risman waktu ceramah di kantor Bunda yang lama).
Untuk status, sah-sah saja seseorang mengabarkan dia abis ngapain, mau ngapain. Tapiiiii.... maaf-maaf nih, kadang ada status yang bikin 'jengah'. I mean... maksud Bunda gini... Kadangkala ada fesbuker yang masang status yang berkaitan dengan high llifestyle nya dia. Bunda sempat discuss dengan Abi beberapa contoh konkretnya, menurut Abi itu ujub kalau menurut Bunda itu snob. he..he.. sami mawon, Intinya, kadang ada status yang sifatnya memamerkan apa yang dia lakukan, yang tidak dilakukan orang lain dikarenakan ... keterbatasan untuk mengaksesnya. Hayyahhh pusing. Yah pokoknya gitu deyh. Misal gini :
I'llshop till I drop...
Enaknya abis spa...
otw to ujung dunia for honeymoon..
hm... mungkin Bunda salah juga. Bunda perlu koreksi hati juga sih jangan-jangan Bunda ga demen sama status fesbuker yang gitu karena iri kali yah.. ha..ha.. Ah, ngga juga sih. Karena, misalkan ada 2 fesbuker dengan status yang kurang lebih sama : 'abis spa di bla-bla-bla', Ada fesbuker yang Bunda ignore atau Bunda anggap aktivitas itu biasa untuk dia dan dia hanya mengabarkan keberadaannya; ada fesbuker yang Bunda anggap lebay alias bikin Bunda wandering... maksud loe apa nulis-nulis gitu??? Idiiihhh sirik banget deh nih hati.
Jadi intinya sih, ini nasehat untuk Bunda pribadi :
1. Hati-hati kalau bikin status. Jalankan apa yang sudah Bunda lakukan sekarang. Pasang status untuk berbagi berita, artikel, informasi. Hati-hati kalau mau memberitakan kabar gembira diri kita. Karena kegembiraan untuk kita, belum tentu suatu kegembiraan buat orang lain, malah mungkin mengundang jealousy di dalamnya.
2. Latih atau jaga hati saat baca status. Ga usah lebay saat baca status orang, ga usah diseriusin banget. Toh kadang yang nulis juga kadang iseng, tanpa maksud atau tendency apa-apa.
3. Kaga usah maen fesbuk (ha..ha..) Bisa aja sih, tapi kayanya belom mau. Karena ada beberapa hal yang menguntungkan yang bisa dioptimalkan lewat facebook.
Baiklah, sekian 'ngelemesin' tangan untuk malam ini. Moga tidak ada yang tersinggung dengan apa yang Bunda tulis. Kalaupun ada, Bunda mohon maaf ya... :) ga maksud kok. Ga sesuatu banget deyh. (jiiiaahahhh gayanya artis syapa tuch?
di kamar. setelah abi dan azka bobo.
Facebook adalah sebuah situs jejaring sosial yang (kayanya nih) dimiliki oleh hampir semua penduduk dunia yang bersentuhan dengan internet. Note : Tapi Bunda kenal lho, ada orang yang ga mau punya facebook. he..he..
Hm.. kalo mengupas facebook dan feature nya akan suangat panjang bahasannya. sedangkan di sini Bunda pengen berbagi hasil pengamatan.
Jadi, Bunda aktif buka facebook waktu pindah ke kantor baru. Di kantor lama, facebook ga bisa diakses, jadinya Bunda ga pernah buka-buka. Bunda bilang ke adik Bunda, males ah main facebook-an. Terus adik Bunda bilang kalau malesnya Bunda itu karena ga bisa ngakses. Kalau bisa ngakses, pasti jadi 'banci facebook' juga.
Dan ternyata... saat di kantor Bunda yang baru kita bisa akses facebook secara bebas, Bunda ga terlalu aktif facebook an, dalam arti suka ganti-ganti status wall, suka upload foto. Ngga, Bunda malas mengerjakannya. Dan menurut Bunda, hal-hal itu adalah privacy di mana ga semua hal yang kita kerjakan atau kita rasakan perlu diketahui orang banyak. Dan Abi pun setipe sama Bunda. Jadi Abi dan Bunda, adalah pemain pasif nya facebook. he..he.. Tapi memang ada feature nya yang kita manfaatkan. Seperti untuk silaturahim ke teman, update info atau berita baru atau unik, dan juga berbagi artikel yang menarik.
Salah satu feature unggulannya facebook adalah kita bisa nulis apapun di wall. Most likely, yang sering Bunda perhatikan status teman-teman adalah ... curhatannya baik itu seneng atau sedih, aktivitasnya lagi ngapain dan perasaan yang menyertainya, serta 'prestasi' atau 'pencapaian bagus' yang ia peroleh. Oh ya, feature lain lagi yang sering diupdate adalah foto.Kalo zaman dulu foto-foto digunakan untuk dokumentasi keluarga dengan cara negatif film nya dicetak, terus disimpan di album untuk suatu hari dikenang atau jadi bahan cerita, kalau sekarang foto-foto itu langsung dipamerkan ke dunia maya tak bertepi (pinjam istilahnya ibu Elly Risman waktu ceramah di kantor Bunda yang lama).
Untuk status, sah-sah saja seseorang mengabarkan dia abis ngapain, mau ngapain. Tapiiiii.... maaf-maaf nih, kadang ada status yang bikin 'jengah'. I mean... maksud Bunda gini... Kadangkala ada fesbuker yang masang status yang berkaitan dengan high llifestyle nya dia. Bunda sempat discuss dengan Abi beberapa contoh konkretnya, menurut Abi itu ujub kalau menurut Bunda itu snob. he..he.. sami mawon, Intinya, kadang ada status yang sifatnya memamerkan apa yang dia lakukan, yang tidak dilakukan orang lain dikarenakan ... keterbatasan untuk mengaksesnya. Hayyahhh pusing. Yah pokoknya gitu deyh. Misal gini :
I'llshop till I drop...
Enaknya abis spa...
otw to ujung dunia for honeymoon..
hm... mungkin Bunda salah juga. Bunda perlu koreksi hati juga sih jangan-jangan Bunda ga demen sama status fesbuker yang gitu karena iri kali yah.. ha..ha.. Ah, ngga juga sih. Karena, misalkan ada 2 fesbuker dengan status yang kurang lebih sama : 'abis spa di bla-bla-bla', Ada fesbuker yang Bunda ignore atau Bunda anggap aktivitas itu biasa untuk dia dan dia hanya mengabarkan keberadaannya; ada fesbuker yang Bunda anggap lebay alias bikin Bunda wandering... maksud loe apa nulis-nulis gitu??? Idiiihhh sirik banget deh nih hati.
Jadi intinya sih, ini nasehat untuk Bunda pribadi :
1. Hati-hati kalau bikin status. Jalankan apa yang sudah Bunda lakukan sekarang. Pasang status untuk berbagi berita, artikel, informasi. Hati-hati kalau mau memberitakan kabar gembira diri kita. Karena kegembiraan untuk kita, belum tentu suatu kegembiraan buat orang lain, malah mungkin mengundang jealousy di dalamnya.
2. Latih atau jaga hati saat baca status. Ga usah lebay saat baca status orang, ga usah diseriusin banget. Toh kadang yang nulis juga kadang iseng, tanpa maksud atau tendency apa-apa.
3. Kaga usah maen fesbuk (ha..ha..) Bisa aja sih, tapi kayanya belom mau. Karena ada beberapa hal yang menguntungkan yang bisa dioptimalkan lewat facebook.
Baiklah, sekian 'ngelemesin' tangan untuk malam ini. Moga tidak ada yang tersinggung dengan apa yang Bunda tulis. Kalaupun ada, Bunda mohon maaf ya... :) ga maksud kok. Ga sesuatu banget deyh. (jiiiaahahhh gayanya artis syapa tuch?
di kamar. setelah abi dan azka bobo.
Friday, 9 September 2011
The Power of The Dream
This is the story :)
Alhamdulillah load hari ini ... santai menjuntai (??).
Bunda nulis deh, sambil lihat-lihat review buku klasik Emma nya Jane Austin, Little Woman nya Laousa May Alcott, sambil juga ngerjain laporan LKO postel. ha..ha..
Nyambi juga dengerin Lite FM 105.8. Terus ada lagunya celine dion, the power of the dream. Lalu Bunda cari contekan liriknya... Bagus. Ini liriknya :
Deep within each heart
There lies a magic spark
That lights the fire of our imagination
And since the dawn of man
The strenght of just "I can"
Has brought together people of all nations
There’s nothing ordinary
In the living of each day
There’s a special part
Every one of us will play
Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
As the world gives us its best
To stand apart from all the rest
It is the power of the dream that brings us here
Your mind will take you far
The rest is just pure heart
You’ll find your fate is all your own creation
Every boy and girl
As they come into this world
They bring the gift of hope and inspiration
Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here
There’s so much strength in all of us
Every woman child and man
It’s the moment that you think you can’t
You’ll discover that you can
Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here
Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here
The power of the dream
The faith in things unseen
The courage to embrace your fear
No matter where you are
To reach for your own star
To realize the power of the dream

mau denger lagunya, coba setel di sini..
Alhamdulillah load hari ini ... santai menjuntai (??).
Bunda nulis deh, sambil lihat-lihat review buku klasik Emma nya Jane Austin, Little Woman nya Laousa May Alcott, sambil juga ngerjain laporan LKO postel. ha..ha..
Nyambi juga dengerin Lite FM 105.8. Terus ada lagunya celine dion, the power of the dream. Lalu Bunda cari contekan liriknya... Bagus. Ini liriknya :
Deep within each heart
There lies a magic spark
That lights the fire of our imagination
And since the dawn of man
The strenght of just "I can"
Has brought together people of all nations
There’s nothing ordinary
In the living of each day
There’s a special part
Every one of us will play
Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
As the world gives us its best
To stand apart from all the rest
It is the power of the dream that brings us here
Your mind will take you far
The rest is just pure heart
You’ll find your fate is all your own creation
Every boy and girl
As they come into this world
They bring the gift of hope and inspiration
Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here
There’s so much strength in all of us
Every woman child and man
It’s the moment that you think you can’t
You’ll discover that you can
Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here
Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here
The power of the dream
The faith in things unseen
The courage to embrace your fear
No matter where you are
To reach for your own star
To realize the power of the dream
mau denger lagunya, coba setel di sini..
Membuat Passion di Pekerjaan atau Mengerjakan apa yang Menjadi Passion?
This is the story :)
bicara passion dan pekerjaan, Bunda akan me-related-kan dengan buku bagus yang ditulis Rene Suhardono yang judulnya Your Job is Not Your Carrier. Bunda belom baca bukunya. Bunda baca sekilas reviewnya. Intinya, carrier itu adalah sesuatu yang kita lakukan yang di dalamnya melibatkan passion kita. (sorry kalo salah, itu penafsiran bebas Bunda. he..he.. insyaALLAH ah gajian mo beli buku ini).
Nah, talking about passion itu, Bunda pengen mengevaluasi passion Bunda. ga tau yah... akhir-akhir ini Bunda kaya baru 'ngeh' kalo bunda punya passion (ga tau besarnya seberapa) pada bidang nulis. Terus, Bunda coba usut-usut dari zaman Bunda kecil dulu. Ternyata.... waktu Bunda kecil, Uti rajin membelikan buku. Uti belikan buku-buku dongen anak seperti rapunzel, cerita nabi dan sahabat, snow white, dan beberapa fabel. Juga Uti membelikan buku semacam ensiklopedi atau buku besar pengetahuan gitu. Selain Uti, Tante nya Bunda, namanya Tante Anik, cukup royal ngejajanin Bunda buku-buku cerita rakyat kaya Ande-Ande Lumut, Tangkuban perahu, dan lain-lain. Bunda baca semuanya. Walaupun, ada yang Bunda mengerti, dan Bunda ga mengerti. Pokoknya Bunda baca.
Beranjak SMP, Bunda suka buku cerita detektif remaja STOP, Lima Sekawan, dan langganan majalah Gadis. he..he.. Di SMP ini juga, Bunda suka pelajaran bahasa Indonesia. Kalau ada tugas mengarang, Bunda suka. Dan Bunda ingat punya teman sebangku yang suka bikin cerita. Namanya Nieka (sekarang dia jadi dokter gigi).
Beranjak SMA, dimana lagi puber-pubernya (taellahhhh penting ga sih???) karena Bunda termasuk orang yang 'introvert' atau tertutup, jadi ga semua hal Bunda ceritakan ke gank atau teman-teman dekat Bunda. Kalo ada hal-hal yang menurut Bunda private, Bunda akan menuliskan ke buku diary. Terus, di SMU ini, Bunda juga surat-suratan sama dua teman SD Bunda. He..he.. Beneran surat ditulis tangan, dikirim pake amplop. Pelajaran bahasa Indonesia juga Bunda masih suka. Tapi rada kalah pamor sama pelajaran fisika... he..he.. seneng banget Bunda kalo pelajaran fisika. Beneran...
Pas kuliah, dunia baca - tulis ini tidak terlalu Bunda hiraukan, udah ribet sama tugas kuliah. Pas udah kerja, (udah ngerasain penghasilan sendiri dunk. he..he.. berasa bebas menggunakan uang yang Bunda miliki), kalau banyak teman membelanjakan uangnya ke baju, sepatu, asesoris, Bunda belanja buku. Uti sampai sebel bukuuuu terus yang dibeli. Oh ya, genre bukunya fiksi. Tapi ga suka yang menye-menye gituh.Bahkan untuk baju kerja, Uti yang membelikan atau menjahitkan, Bunda terima beres, tinggal bayar bajunya ke Uti. Teyusss saat kerja ini juga Bunda berkenalan dengan blog. Seneng banget, nulis apapun pasti terdokumentasi. Blog nya ga pake identitas jelas Bunda. Pake samaran. he..he.. jadi mau nulis gaya apapun, bahkan ulisan yang isinya misu-misu atau bete sama bos atau temen kerja atau patah hati atau fall in love, dengan bebas bisa bunda tuliskan.
Tapi.... sampai saat bertemu blog dan suka nulis itu Bunda belom ngeh kalau Bunda punya 'passion' di bidang nulis. Barulah... akhir-akhir ini unda nyadar akan kehadirannya. jiaaahhh...
SUBHANALLAH ini semua skenario ALLAH yang maha indah. Lewat Liends, Bunda mendapat rejeki. Ceritanya, setahun yang lalu, di bulan Ramadhan 2010, Liends ngajak Bunda bikin komunitas menulis. Lalu dia hunting 'guru'. Dapatlwah waktu itu Mas Taufan E. Prast yang bersedia jadi tutir, dan Bang Muhammad Yulius. Cumaaannn kelemahan Bunda dan Linda adalah di komitmane. Kalau cita-cita udah bertubrukan dengan kesibukan harian kita, udah deyh... mimpi-mimpinya kadang ga digarap. Kemudian, di bulan Juli 2011, Bang Muhammad Yulius nyolek Mba Linda lewat yahoo messanger. Beliau menanyakan progress komunitas menulisnya. SUBHANALLAH... penulis kondang sekaliber beliau, maunyolek kita-kita, yang bahkan sebiji pun hasil nulisnya belom ada yang pernah dikirimin ke media??? whatta surprise.
Dari situ, Liends ngegarap lagi komunitasnya. Bunda diajak lagi, Liends arrange ulang milis danketemuan offline. Subhanallah... beberapa kali Bunda, Liends, dan teman-teman mengirimkan tulisan, semuanya direspon dan diberi masukan oleh Bang Yulius.
Kalau Bunda pribadi, yang sejauh ini Bunda pelajari adalah ... bagaimana menulis yang 'benar'. Ini belom membahas teknik penulisan EYD yang benar, tanda baca, grammar, dll. Belum... belum.. sampai situ. Menulis yang benar yang Beliau ajarkan adalah... awali dengan niat yang baik. Kemudian, kembangkan sebuah ide menjadi tulisan, ga sekedar reportase atau laporan saja.
He..he.. Trully, Selama ini, tulisan Bunda di blog adalah tulis suka-suka Bunda. Boro-boro ngikutin aturan penulisan, content nya aja suka-suka. Mau nyambung, mau ngga, mau isinya ngedumel, mau isinya berandai-andai ga karuan, semuanya Bunda tulis. Yangpenting Bunda fun. Tapi... ALHAMDULILLAH melalui komunitas ini, Bunda belajar bagaimana itu 'menulis' dalam artian sesungguhnya.
Oh ya... balik lagi ke passion and work tadi, kayanya nih, Bunda mulai punya passion dalam bidang nulis ini, Eh.. mudah-mudahan ini bukannya sok passion-passion nya ya... Tapi yang Bunda alami dan rasakan adalah... I'm craving so much time to write, terus kalo malem-malem mau bobo, kalo dibolehin sama Abi, Bunda akan nulis. kadang suka ga berasa, tau-tau udah jam 3 pagi.
Kalau dalam keadaan seperti itu, pas nulisnya sih asik. Tapi besokannya, kepala pusing, gara-gara telat tidur. Ga mungkin kan kerja dalam keadaan pusing? Ga konsen dan mengabaikan kewajiban kantor juga.
Nah, terus bagaimanakah sekarang???
Well, semua yang too good too be true itu hanya ada di surga. Bunda belum bisa (atau belum mau???) juga memilih untuk jadi full time writer dan ninggalin kantor. Sekarang, Bunda lakukan saja dua-duanya : ngantor dan menulis. Apa disambi apa, itu akan ter-defined tergantung situasi kondisi (phlegmatis mode on). Dan seperti judul tulisan ini, Bunda melakukan dua-duanya : membuat passion di pekerjaan dan mengerjakan apa yang menjadi passion.
Ok lah, semoga Bunda bisa handle kerjaan kantor dengan menghadirkan lebih banyak passion (kalo kerjaannya bagian hitung-hitungan, Bunda punya high passion kok. he..he.. numbers told themselve) di kerjaan Bunda, dan konsisten berlatih menulis untuk menyalurkan high passion tadi.
Ngomong-ngomong, definisi passion itu apa yah? ha..ha..
cekidot di sini aja ya...
jumat pagi di kantor taman c3.
bicara passion dan pekerjaan, Bunda akan me-related-kan dengan buku bagus yang ditulis Rene Suhardono yang judulnya Your Job is Not Your Carrier. Bunda belom baca bukunya. Bunda baca sekilas reviewnya. Intinya, carrier itu adalah sesuatu yang kita lakukan yang di dalamnya melibatkan passion kita. (sorry kalo salah, itu penafsiran bebas Bunda. he..he.. insyaALLAH ah gajian mo beli buku ini).
Nah, talking about passion itu, Bunda pengen mengevaluasi passion Bunda. ga tau yah... akhir-akhir ini Bunda kaya baru 'ngeh' kalo bunda punya passion (ga tau besarnya seberapa) pada bidang nulis. Terus, Bunda coba usut-usut dari zaman Bunda kecil dulu. Ternyata.... waktu Bunda kecil, Uti rajin membelikan buku. Uti belikan buku-buku dongen anak seperti rapunzel, cerita nabi dan sahabat, snow white, dan beberapa fabel. Juga Uti membelikan buku semacam ensiklopedi atau buku besar pengetahuan gitu. Selain Uti, Tante nya Bunda, namanya Tante Anik, cukup royal ngejajanin Bunda buku-buku cerita rakyat kaya Ande-Ande Lumut, Tangkuban perahu, dan lain-lain. Bunda baca semuanya. Walaupun, ada yang Bunda mengerti, dan Bunda ga mengerti. Pokoknya Bunda baca.
Beranjak SMP, Bunda suka buku cerita detektif remaja STOP, Lima Sekawan, dan langganan majalah Gadis. he..he.. Di SMP ini juga, Bunda suka pelajaran bahasa Indonesia. Kalau ada tugas mengarang, Bunda suka. Dan Bunda ingat punya teman sebangku yang suka bikin cerita. Namanya Nieka (sekarang dia jadi dokter gigi).
Beranjak SMA, dimana lagi puber-pubernya (taellahhhh penting ga sih???) karena Bunda termasuk orang yang 'introvert' atau tertutup, jadi ga semua hal Bunda ceritakan ke gank atau teman-teman dekat Bunda. Kalo ada hal-hal yang menurut Bunda private, Bunda akan menuliskan ke buku diary. Terus, di SMU ini, Bunda juga surat-suratan sama dua teman SD Bunda. He..he.. Beneran surat ditulis tangan, dikirim pake amplop. Pelajaran bahasa Indonesia juga Bunda masih suka. Tapi rada kalah pamor sama pelajaran fisika... he..he.. seneng banget Bunda kalo pelajaran fisika. Beneran...
Pas kuliah, dunia baca - tulis ini tidak terlalu Bunda hiraukan, udah ribet sama tugas kuliah. Pas udah kerja, (udah ngerasain penghasilan sendiri dunk. he..he.. berasa bebas menggunakan uang yang Bunda miliki), kalau banyak teman membelanjakan uangnya ke baju, sepatu, asesoris, Bunda belanja buku. Uti sampai sebel bukuuuu terus yang dibeli. Oh ya, genre bukunya fiksi. Tapi ga suka yang menye-menye gituh.Bahkan untuk baju kerja, Uti yang membelikan atau menjahitkan, Bunda terima beres, tinggal bayar bajunya ke Uti. Teyusss saat kerja ini juga Bunda berkenalan dengan blog. Seneng banget, nulis apapun pasti terdokumentasi. Blog nya ga pake identitas jelas Bunda. Pake samaran. he..he.. jadi mau nulis gaya apapun, bahkan ulisan yang isinya misu-misu atau bete sama bos atau temen kerja atau patah hati atau fall in love, dengan bebas bisa bunda tuliskan.
Tapi.... sampai saat bertemu blog dan suka nulis itu Bunda belom ngeh kalau Bunda punya 'passion' di bidang nulis. Barulah... akhir-akhir ini unda nyadar akan kehadirannya. jiaaahhh...
SUBHANALLAH ini semua skenario ALLAH yang maha indah. Lewat Liends, Bunda mendapat rejeki. Ceritanya, setahun yang lalu, di bulan Ramadhan 2010, Liends ngajak Bunda bikin komunitas menulis. Lalu dia hunting 'guru'. Dapatlwah waktu itu Mas Taufan E. Prast yang bersedia jadi tutir, dan Bang Muhammad Yulius. Cumaaannn kelemahan Bunda dan Linda adalah di komitmane. Kalau cita-cita udah bertubrukan dengan kesibukan harian kita, udah deyh... mimpi-mimpinya kadang ga digarap. Kemudian, di bulan Juli 2011, Bang Muhammad Yulius nyolek Mba Linda lewat yahoo messanger. Beliau menanyakan progress komunitas menulisnya. SUBHANALLAH... penulis kondang sekaliber beliau, maunyolek kita-kita, yang bahkan sebiji pun hasil nulisnya belom ada yang pernah dikirimin ke media??? whatta surprise.
Dari situ, Liends ngegarap lagi komunitasnya. Bunda diajak lagi, Liends arrange ulang milis danketemuan offline. Subhanallah... beberapa kali Bunda, Liends, dan teman-teman mengirimkan tulisan, semuanya direspon dan diberi masukan oleh Bang Yulius.
Kalau Bunda pribadi, yang sejauh ini Bunda pelajari adalah ... bagaimana menulis yang 'benar'. Ini belom membahas teknik penulisan EYD yang benar, tanda baca, grammar, dll. Belum... belum.. sampai situ. Menulis yang benar yang Beliau ajarkan adalah... awali dengan niat yang baik. Kemudian, kembangkan sebuah ide menjadi tulisan, ga sekedar reportase atau laporan saja.
He..he.. Trully, Selama ini, tulisan Bunda di blog adalah tulis suka-suka Bunda. Boro-boro ngikutin aturan penulisan, content nya aja suka-suka. Mau nyambung, mau ngga, mau isinya ngedumel, mau isinya berandai-andai ga karuan, semuanya Bunda tulis. Yangpenting Bunda fun. Tapi... ALHAMDULILLAH melalui komunitas ini, Bunda belajar bagaimana itu 'menulis' dalam artian sesungguhnya.
Oh ya... balik lagi ke passion and work tadi, kayanya nih, Bunda mulai punya passion dalam bidang nulis ini, Eh.. mudah-mudahan ini bukannya sok passion-passion nya ya... Tapi yang Bunda alami dan rasakan adalah... I'm craving so much time to write, terus kalo malem-malem mau bobo, kalo dibolehin sama Abi, Bunda akan nulis. kadang suka ga berasa, tau-tau udah jam 3 pagi.
Kalau dalam keadaan seperti itu, pas nulisnya sih asik. Tapi besokannya, kepala pusing, gara-gara telat tidur. Ga mungkin kan kerja dalam keadaan pusing? Ga konsen dan mengabaikan kewajiban kantor juga.
Nah, terus bagaimanakah sekarang???
Well, semua yang too good too be true itu hanya ada di surga. Bunda belum bisa (atau belum mau???) juga memilih untuk jadi full time writer dan ninggalin kantor. Sekarang, Bunda lakukan saja dua-duanya : ngantor dan menulis. Apa disambi apa, itu akan ter-defined tergantung situasi kondisi (phlegmatis mode on). Dan seperti judul tulisan ini, Bunda melakukan dua-duanya : membuat passion di pekerjaan dan mengerjakan apa yang menjadi passion.
Ok lah, semoga Bunda bisa handle kerjaan kantor dengan menghadirkan lebih banyak passion (kalo kerjaannya bagian hitung-hitungan, Bunda punya high passion kok. he..he.. numbers told themselve) di kerjaan Bunda, dan konsisten berlatih menulis untuk menyalurkan high passion tadi.
Ngomong-ngomong, definisi passion itu apa yah? ha..ha..
cekidot di sini aja ya...
jumat pagi di kantor taman c3.
Cheer My Mood Up, terima kasih ALLAH.
This is the story :)
Hari ini adalah hari pertama Bunda ngantor lagi setelah sekitar dua pekan cuti lebaran. Tadi malam, bunda berdoa... ya Alah, semoga hari ini Bunda mendapatkan sesuatu yang bisa membuat mood Bunda 'cheer up' lagi.
Sejujurnya tiga hari di rumah tanpa asisten dengan dua anak kreatif (Azka dan Rusyda) dan Uti yang selalu pengen rumahnya rapi jali bikin Bunda stres. Efeknya, Bunda jadi marah-marah ke Azka dan Rusyda. Semua teori parenting dalam manajemen marah ke anak yang pernah Bunda baca seakan hilang ga berbekas (duh, mau nangis nulis bagian ini). Plus, di siang itu Bunda dapet telepon dari manajer Bunda mennayakan suatu dokumen tender. Udah cuti capek, pas masuk kerjaan juga numpuk. Kayanya otak ini makin kusut saja. Malam itu, setelah shalat Isya, Bunda berdoa... Agar jikalau pekerjaan Bunda menumpuk, Bunda mendapat kemudahan. Dan hari ini Bunda mendapatkan sesuatu yang 'berharga' untuk diri Bunda.
Sore ini, di kantor sambil menunggu Abi yang lembur, di selang waktu Bunda 'berlatih' menulis sebuah fiksi, Bunda meng-add seorang teman di facebook. lalu Bunda buka blog nya. Subhanallah... tulisan di blog nya begitu tulus, inspiratif. Sepertinya tidak ada niatan untukblog itu dibuat demi mensukseskan adsense atau rating tertinggi atau untuk ngetop. Pure tulisan yang dibuat dari isi hati. Tuturnya teratur, bahasanya mudah dicerna. Di sini Bunda mendapat 'tamparan', Dua buah tanparan sekaligus. Untuk menyadarkan Bunda mengenai konsistensi berlatih menulis setiap hari dan meluruskan niat menulis. Niat yang tulus, bukan karena ingin masuk majalah / terbit terus dapat royalti terus pulitzer (mimpi dot com. Eh, boleh juga sih cita-cita kaya gini, tapi niat nulisnya musti dilurusin dulu). Niat yang tulus yang Bunda pernah state dalam hati dalam sebuah doa pada ALLAH, yang terinspirasi sahabat Bunda yang namanya Liends, bahwa kita ingin meninggalkan amal baik yang menjadi amal jariyah untuk life ever after nanti. Kalau Liends mungkin pahala amal jariyahnya dari ilmu bermanfaat yang ia sebarkan karena ia guru. Tapi karena Bunda bukan guru, mungkin Bunda bisa mengikutinya dengan cara lain, yaitu tulisan.
Adalah niat itu musti diluruskan selurus-lurusnya agar Bunda tidak menjual 'kesenangan' dalam menulis. Tapi ada message, ada pelajaran, yang membuat pembacanya menjadi (paling tidak) berfikir untuk menjadi lebih baik, atau paling tidak, untuk bisa mensyukuri apa yang sudah ia terima.
Ok, itu untuk niat menulis. Kembali ke blog yang Bunda baca tadi, Di blog tadi, sang penulis banyak bercerita keinginannya untukmemiliki anak. Ia sudah menikah sekitar tiga tahun. Setelah diperiksa, memang ada -hm... takut kalo Bunda bilang ini masalah- sesuatu yang musti di-treatment lebih lanjut. Ya ALLAH... Bunda jadi teringat, tidak hanya dia yangmerindukan punya anak. Dua sahabat Bunda, Liends, dan Hilda, serta teman se-gank Bunda waktu di kampus, Puan, juga belum memiliki momongan. Bunda jadi merasa dipertontonkan kesalahan klasik Bunda yang kerap diulang. Bagaimana mungkin, Bunda yang sudah dikasih seorang Azka yang ALHAMDULILLAH cakep, sehat, dan pintar, kenapa juga pernah ngomel-ngomel karena polahnya Azka? Toh bukankah ia lagi mengeksplorasi lingkungannya. Bahkan mengeksplorasi emosinya. Astaghfirullah Al Azhiim. Eh.. note ya, tapi ngomelnya Bunda insya ALLAH ga membentak lho... cuma menggerutu sendiri -sami mawon Bundssss-.
Tapi untuk soal ngomel mengomel ini, Bunda pernah berdiskusi sama Abi. Sebenarnya Abi dan Bunda adalah orang yang suka membiarkan Azka bereksplorasi. Mau main air sambil bantuin Abi cuci motor, nyemplungin segala macem barang ke kolam, acak-acak creambath terus diolesin ke ubin seperti finger painting, itu pernah Azka lakukan dan Bunda dan Abi membiarkan, karena ingin melihat reaksi Azka. Tapi, itu semua dilakukan di dalam kamar kami. Kalau sudah di luar kamar, dan sudah memasuki wilayah 'public' dari rumahnya Uti... jangan harap bisa bereksplorasi. Uti itu tipe orang yang ingin rmahnya selalu rapi jali. Bunda terbentur pada situasi membiarkan Azka mengacak-acak rumah lalu ditegur Uti karena membiarkan anaknya 'misbehave' atau Bunda melarang Azka untukmelakukan ini-itu. Hm... Idealnya sih, Bunda musti lebih kreatif mengarahkan arah eksplorasinya Azka. Dan idealnya lagiiiii.... Kami musti pindah ke rumah sendiri. ALLAHUMMA AMIEN.
Itu tadi soal pengasuhan Azka. Soal lain lagi yang menjadi 'tamparan' buat Bunda adalah.... trully, Bunda takut hamil lagi. Bukan proses hamil atau melahirkannya yang Bunda takuti. Kalau proses ini, insyaALLAH Bunda yakin everything's gonna be fine, karena ALLAH yang Maha Sempurna sudah mendesign sedemikian rupa tubuh wanita untuk mekanisme hamil, melahirkan, dan menyusui. Selama gaya hidup kita sehat (makan bergizi, tidak merokok, alkohol, olah raga -he..he.. ini belom jadi gaya hidup Bunda-) semua akan nyaman dilewati. Yang Bunda takutkan adalah sindrom baby blues yang Bunda alami waktu Azka lahir. Bunda khawatir tidak bisa sabar dalam menghadapi Azka dan (insyaALLAH) adiknya nanti. Bunda khawatir psikologis Bunda ga siap.
Nah, mengenai kekhawatiran Bunda bahwa Bunda tidak siap ini, di blog itu penulis mencurahkan isi hatinya. Dia curhat ..
Jadi... sekarang, Bunda belajar untukbisa menyerahkan semua 'skenario' hidup Bunda pada ALLAH. Bukan pasrah tanpa usaha nih maksudnya ... Tapi, saat ini, Bunda punya mimpi, berdoa dan berusaha mewujudkan mimpi tersebut, dan biarkan ALLAH yang menentukan hasilnya. Amien.
Semoga mood Bunda selalu terjada untuk selalu positif. Amien.
ALLAHUMMA INNI AUDZUBIKA MINAL HAMMI wal Hazan
WA A'UDZUBKIKA MINAL AJZI WAL KASAL
WA A'UDZUBIKA MINAL JUBNI WAL BUKHL
WA A'UDZUBIKA MIN GHOLABATIDDAINI WA QOHRIRRIJAAL
kantor taman C3.
Hari ini adalah hari pertama Bunda ngantor lagi setelah sekitar dua pekan cuti lebaran. Tadi malam, bunda berdoa... ya Alah, semoga hari ini Bunda mendapatkan sesuatu yang bisa membuat mood Bunda 'cheer up' lagi.
Sejujurnya tiga hari di rumah tanpa asisten dengan dua anak kreatif (Azka dan Rusyda) dan Uti yang selalu pengen rumahnya rapi jali bikin Bunda stres. Efeknya, Bunda jadi marah-marah ke Azka dan Rusyda. Semua teori parenting dalam manajemen marah ke anak yang pernah Bunda baca seakan hilang ga berbekas (duh, mau nangis nulis bagian ini). Plus, di siang itu Bunda dapet telepon dari manajer Bunda mennayakan suatu dokumen tender. Udah cuti capek, pas masuk kerjaan juga numpuk. Kayanya otak ini makin kusut saja. Malam itu, setelah shalat Isya, Bunda berdoa... Agar jikalau pekerjaan Bunda menumpuk, Bunda mendapat kemudahan. Dan hari ini Bunda mendapatkan sesuatu yang 'berharga' untuk diri Bunda.
Sore ini, di kantor sambil menunggu Abi yang lembur, di selang waktu Bunda 'berlatih' menulis sebuah fiksi, Bunda meng-add seorang teman di facebook. lalu Bunda buka blog nya. Subhanallah... tulisan di blog nya begitu tulus, inspiratif. Sepertinya tidak ada niatan untukblog itu dibuat demi mensukseskan adsense atau rating tertinggi atau untuk ngetop. Pure tulisan yang dibuat dari isi hati. Tuturnya teratur, bahasanya mudah dicerna. Di sini Bunda mendapat 'tamparan', Dua buah tanparan sekaligus. Untuk menyadarkan Bunda mengenai konsistensi berlatih menulis setiap hari dan meluruskan niat menulis. Niat yang tulus, bukan karena ingin masuk majalah / terbit terus dapat royalti terus pulitzer (mimpi dot com. Eh, boleh juga sih cita-cita kaya gini, tapi niat nulisnya musti dilurusin dulu). Niat yang tulus yang Bunda pernah state dalam hati dalam sebuah doa pada ALLAH, yang terinspirasi sahabat Bunda yang namanya Liends, bahwa kita ingin meninggalkan amal baik yang menjadi amal jariyah untuk life ever after nanti. Kalau Liends mungkin pahala amal jariyahnya dari ilmu bermanfaat yang ia sebarkan karena ia guru. Tapi karena Bunda bukan guru, mungkin Bunda bisa mengikutinya dengan cara lain, yaitu tulisan.
Adalah niat itu musti diluruskan selurus-lurusnya agar Bunda tidak menjual 'kesenangan' dalam menulis. Tapi ada message, ada pelajaran, yang membuat pembacanya menjadi (paling tidak) berfikir untuk menjadi lebih baik, atau paling tidak, untuk bisa mensyukuri apa yang sudah ia terima.
Ok, itu untuk niat menulis. Kembali ke blog yang Bunda baca tadi, Di blog tadi, sang penulis banyak bercerita keinginannya untukmemiliki anak. Ia sudah menikah sekitar tiga tahun. Setelah diperiksa, memang ada -hm... takut kalo Bunda bilang ini masalah- sesuatu yang musti di-treatment lebih lanjut. Ya ALLAH... Bunda jadi teringat, tidak hanya dia yangmerindukan punya anak. Dua sahabat Bunda, Liends, dan Hilda, serta teman se-gank Bunda waktu di kampus, Puan, juga belum memiliki momongan. Bunda jadi merasa dipertontonkan kesalahan klasik Bunda yang kerap diulang. Bagaimana mungkin, Bunda yang sudah dikasih seorang Azka yang ALHAMDULILLAH cakep, sehat, dan pintar, kenapa juga pernah ngomel-ngomel karena polahnya Azka? Toh bukankah ia lagi mengeksplorasi lingkungannya. Bahkan mengeksplorasi emosinya. Astaghfirullah Al Azhiim. Eh.. note ya, tapi ngomelnya Bunda insya ALLAH ga membentak lho... cuma menggerutu sendiri -sami mawon Bundssss-.
Tapi untuk soal ngomel mengomel ini, Bunda pernah berdiskusi sama Abi. Sebenarnya Abi dan Bunda adalah orang yang suka membiarkan Azka bereksplorasi. Mau main air sambil bantuin Abi cuci motor, nyemplungin segala macem barang ke kolam, acak-acak creambath terus diolesin ke ubin seperti finger painting, itu pernah Azka lakukan dan Bunda dan Abi membiarkan, karena ingin melihat reaksi Azka. Tapi, itu semua dilakukan di dalam kamar kami. Kalau sudah di luar kamar, dan sudah memasuki wilayah 'public' dari rumahnya Uti... jangan harap bisa bereksplorasi. Uti itu tipe orang yang ingin rmahnya selalu rapi jali. Bunda terbentur pada situasi membiarkan Azka mengacak-acak rumah lalu ditegur Uti karena membiarkan anaknya 'misbehave' atau Bunda melarang Azka untukmelakukan ini-itu. Hm... Idealnya sih, Bunda musti lebih kreatif mengarahkan arah eksplorasinya Azka. Dan idealnya lagiiiii.... Kami musti pindah ke rumah sendiri. ALLAHUMMA AMIEN.
Itu tadi soal pengasuhan Azka. Soal lain lagi yang menjadi 'tamparan' buat Bunda adalah.... trully, Bunda takut hamil lagi. Bukan proses hamil atau melahirkannya yang Bunda takuti. Kalau proses ini, insyaALLAH Bunda yakin everything's gonna be fine, karena ALLAH yang Maha Sempurna sudah mendesign sedemikian rupa tubuh wanita untuk mekanisme hamil, melahirkan, dan menyusui. Selama gaya hidup kita sehat (makan bergizi, tidak merokok, alkohol, olah raga -he..he.. ini belom jadi gaya hidup Bunda-) semua akan nyaman dilewati. Yang Bunda takutkan adalah sindrom baby blues yang Bunda alami waktu Azka lahir. Bunda khawatir tidak bisa sabar dalam menghadapi Azka dan (insyaALLAH) adiknya nanti. Bunda khawatir psikologis Bunda ga siap.
Nah, mengenai kekhawatiran Bunda bahwa Bunda tidak siap ini, di blog itu penulis mencurahkan isi hatinya. Dia curhat ..
Orang-orang bilang, mungkin belum dipercaya sama Allah. Adakalanya pernyataan itu demikian menyakitkan bagi saya. Seolah-olah saya ini pendosa dan penjahat sekali sehingga Allah tidak percaya sama saya dan suami. Saya mengingat kata-kata itu, “belum dipercaya sama Allah”, pada suatu siang sepulang kuliah, saat M-16 yang saya tumpangi meewati kolong jembatan di bilangan Kalibata.
“Apa iya?” tanya saya dalam hati.
“Bagaimana dengan anak-anak legam yang tinggal di bawah kolong jembatan, yang tidak jelas siapa ayah bundanya? Bagaimana dengan anak-anak kecil yang menjadi kenek bus 62, yang rambutnya bercat pirang dan melinting rokok? Bukankah orangtuanya, jika memang ada ke-orangtua-an bagi mereka, sangat tidak bertanggungjawab dan ‘semestinya’ tidak diberi amanah anak keturunan?”
Jadi, pasti ada jalan yang Allah ingin saya mengikutinya dengan memberi saya ini semua. Jika ini adalah akibat dosa saya di masa lalu dan sekarang, bukankah manusia memang berdosa dan wajib bertaubat pada-Nya. Jika ini adalah ujian, bukankah hidup kita, senang dan susahnya adalah ujian-Nya. Saya tidak ingin meneruskan ‘buruk sangka’ saya pada Allah, karena Allah sebagaimana saya berpikir terhadap-Nya.
Saya dan suami saya, belum memiliki anak selama tiga tahun pernikahan, bukan karena kami belum dipercaya oleh Allah. Tapi karena kami sanggup melewati tiga tahun ini tanpa keturunan, dan ketika kelak kami diberi keturunan artinya kami memang (harus) sanggup untuk menjaga, mendidik, dan memeliharanya dengan baik. Bukan sebaliknya. Sungguh, dengan berpikir demikian, hidup saya lebih ringan. Hati saya lebih tenang. Karena saya percaya, seburuk-buruknya saya sebagai manusia, kasih sayang Allah tidak akan pernah habis. Tiga tahun dan masa-masa penantian yang mungkin akan saya lewati, adalah masa perbaikan diri yang memang harus saya dan suami lakukan, dengan atau tanpa anak. Pasutri lain mungkin di-didik Allah untuk menjadi dewasa dengan langsung memiliki anak sedangkan saya dan suami saya justru di-didik Allah untuk menjadi dewasa dengan masa bulan madu yang panjang.Membaca tulisan ini, Bunda jadi 'ngeh'. Apapun yang dikasih sama ALLAH, itu adalah karena Bunda sanggup melewati apapun yang diberikan ALLAH. ALLAH yan kasih ketenangan untuk Bunda dalam usaha mengatasi baby blues, dan ALLAH juga yang memberikan orang-orang yang sayang sama Bunda : Uti, Mba Rini -asisten rumah tangganya Uti waktu itu- Akung, Abi, semua diberikan kepada Bunda untuk mensupport Bunda mengurus Azka. Subhanallah... ALLAH memberikan satu paket lengkap : ujian dan solusinya.
Jadi... sekarang, Bunda belajar untukbisa menyerahkan semua 'skenario' hidup Bunda pada ALLAH. Bukan pasrah tanpa usaha nih maksudnya ... Tapi, saat ini, Bunda punya mimpi, berdoa dan berusaha mewujudkan mimpi tersebut, dan biarkan ALLAH yang menentukan hasilnya. Amien.
Semoga mood Bunda selalu terjada untuk selalu positif. Amien.
ALLAHUMMA INNI AUDZUBIKA MINAL HAMMI wal Hazan
WA A'UDZUBKIKA MINAL AJZI WAL KASAL
WA A'UDZUBIKA MINAL JUBNI WAL BUKHL
WA A'UDZUBIKA MIN GHOLABATIDDAINI WA QOHRIRRIJAAL
kantor taman C3.
Tuesday, 2 August 2011
Sincerest Love
Talking about the CRV, Your love is not about owning our own car
Your sincerest love is about how hard you work to earn it.
Talking about my career
Your love is not about fully support my overtime
Your sincerest love tells me about how to manage myself and everything
Talking about a shelter
Your love is not about take me into the sweet cozy home
Your sincerest love asks me to choose one, decorate it inside
Your sincerest love also shows how many overtime hours you have spent to get the one I chose
Talking about our child education
Your love is not about screening the international standard school
Your sincerest love just trust me as the best teacher for our beloved
For all the things and joys you have
Gratitude is the best thing I can share
For my lovely mas Agus Herdi, with bunch of love.
Hani
Your sincerest love is about how hard you work to earn it.
Talking about my career
Your love is not about fully support my overtime
Your sincerest love tells me about how to manage myself and everything
Talking about a shelter
Your love is not about take me into the sweet cozy home
Your sincerest love asks me to choose one, decorate it inside
Your sincerest love also shows how many overtime hours you have spent to get the one I chose
Talking about our child education
Your love is not about screening the international standard school
Your sincerest love just trust me as the best teacher for our beloved
For all the things and joys you have
Gratitude is the best thing I can share
For my lovely mas Agus Herdi, with bunch of love.
Hani
SMS Paling Romantis
This is the story :)
Sekarang, karena sedang dateline beberapa proyek, Abi diminta lembur hari Sabtu dan Minggu. Hari Sabtu kemarin, tepatnya 30 Juli 2011 adalah 2 hari menjelang bulan Ramadhan. Ramadhan Greetings bertebaran, baik di fb, SMS, dan mungkin BBM. Abi juga ternyata ga mau ketinggalan ... Abi kirim SMS yang bikin Bunda terharu biru bahagia. Begini bunyinya :
Bunda speechless, karena Abi bukan tipe pengumbar kata di SMS. Bukan ga sayang, tapi memang style nya Abi gitu, Abi senang mengungkapkan sayangnya secara lisan, baik ke Bunda ataupunke Azka, dan moment nya saat kami sedang ngumpul bertiga (Abi, Bunda, Azka).
Nah, lucunya, SMS itu dikirim jam 4.56 sore. Baru bunda bales jam 8.37 malem. (Note : Abi lembur dari pagi sampe maghrib, sedangkan Bunda dan Azka pergi ke rumah Mbah uyut dan Eyang uyut dari jam 10 siang sampai malam). bunda reply :
Semoga kita semua bisa optimal dalam menjal;ankan ibadah dibulan Ramadhan ini ya. Dan semoga kebiasaan itu terus terbawa seterusnya danmenjadi kebiasaan seumur hidup. Amien.
Sekarang, karena sedang dateline beberapa proyek, Abi diminta lembur hari Sabtu dan Minggu. Hari Sabtu kemarin, tepatnya 30 Juli 2011 adalah 2 hari menjelang bulan Ramadhan. Ramadhan Greetings bertebaran, baik di fb, SMS, dan mungkin BBM. Abi juga ternyata ga mau ketinggalan ... Abi kirim SMS yang bikin Bunda terharu biru bahagia. Begini bunyinya :
Semua yang kulakukan adalah untuk kebahagianmu. segalanya adalah untukmu. Hanya saja aku bukan lelaki yang sempurna selalu saja ada kata dan kesalahan yang mungkin bisa menyakiti hatimu. selamat berpuasa sayang, terimalah maafku. bersama 1000 cinta ...Hwaaaa.... so sweet.
Bunda speechless, karena Abi bukan tipe pengumbar kata di SMS. Bukan ga sayang, tapi memang style nya Abi gitu, Abi senang mengungkapkan sayangnya secara lisan, baik ke Bunda ataupunke Azka, dan moment nya saat kami sedang ngumpul bertiga (Abi, Bunda, Azka).
Nah, lucunya, SMS itu dikirim jam 4.56 sore. Baru bunda bales jam 8.37 malem. (Note : Abi lembur dari pagi sampe maghrib, sedangkan Bunda dan Azka pergi ke rumah Mbah uyut dan Eyang uyut dari jam 10 siang sampai malam). bunda reply :
Luv U Bi, romantis bangetAbinya protes.
Kok baru bales sich?Bunda jawab :
Baru baca Bi, maaf ya...ALHAMDULILLAH... rasanya ayem banget. Trus, di bulan Ramadhan ini, Bunda seneng karena Abi lebih ketat control-nya dalam hal ibadah harian Bunda. Abi ngingetin Bunda untuk bawa mushaf, dan sampai di rumah, Bunda dicek bacaan mushafnya sama Abi, udah tilawah belum? Maklum, tilawah Bunda masih ga bagus... kan mustinya sehari sekitar 1/2 jus, tapi Bunda kadang ga tiap hari, dan itupun kuantitasnya ga 1/ jus.
Semoga kita semua bisa optimal dalam menjal;ankan ibadah dibulan Ramadhan ini ya. Dan semoga kebiasaan itu terus terbawa seterusnya danmenjadi kebiasaan seumur hidup. Amien.
Subscribe to:
Posts (Atom)
