Monday, 10 April 2017

Mengapa Es Mengapung

This is the story :)

Kemarin siang, kami makan siang di warung makan pempek. Bunda pesankan Azka tekwan, berharap dia suka, karena mirip bakso, hanya berbeda di bahan dagingnya. Lumayan beberapa butir tekwan bisa dimakan oleh Azka. Tak lupa, pesan es jeruk juga agar segara.

Es jeruknya diberi potongan es batu. Es batunya mengambang di atasnya. lalu Azka bertanya,

"Bunda, es batu kenapa ngambang sih? es kan berat."

Waaahh.... Senang banget dan surprose banget Azka tanya seperti itu. Karena :
1. Jiwa kritisnya tumbuh dengan mengamati fenomena alam di sekitarnya.
2. Dia bisa menyambungkan satu informasi dengan informasi lainnya. Maksudnya begini. Azka sudah tau kalau benda yang berat akan tenggelam. Azka tahu kalau es itu berat. Azka melihat es mengapung. Tidak sesuai 'rules' dong... Karena itu, bertanyalah Azka.

Tau ga Bunda jawab apa? He..he.. Yah, Alhamdulillah teori fisikanya masih nyangkut sih. Bunda jawab, karena masa jenis es lebih kecil daripada air. Nah, sebenarnya mungkin Azka juga kurang paham apa itu masa jenis, tapi sepertinya dia 'terima' dulu jawabannya. Jadi, masih ada PR buat Bunda menjelaskan tentang es ini. Alhamdulillah pagi ini mendapat jawaban kompletnya visa contekan ini :
http://detektif-fisika-doni.blogspot.co.id/2013/03/mengapa-es-selalu-terapung-di-air.html

#KeepOnAskingAzka
#TrueLearning

Friday, 7 April 2017

Main

This is the story :)

Seneng banget deh.. tadi malam, setelah Bunda pulang kerja, di depan rumah banyak anak-anak keluar untuk main. Azka kalo ngintip dari jendela lihat teman-temannya main, pasti dia 'gatel' pengen ikutan keluar.

Bunda senang kalau Azka main di luar sama teman-temannya, karena agar Azka 'berani' berbaur dan juga supaya ceria, supaya ada pengalih perhatiannya terhadap kangennya ke Abi. Pulang main, biasanya dia ngos-ngosan, minum, terus main truck container (Bundanya juga disuruh main), trus minta cerita buku dongeng.

Written in 2012; as draft. 
Published in 2017.

Air

This is the story :)

Eyang Kung pernah memberi masukan kepada kami, sebelum kami memiliki rumah, bahwa kriteria yang musti jadi prioritas dalam membeli rumah adalah kualitas airnya. Karena untuk hidup yang berkualitas, kita memerlukan air bersih. Katakanlah untuk mandi dan berwudhu, agar terbebas dari hadas dan najis, kita perlu air yang suci dan mensucikan. Pun untuk masak, jangan sampai ada bahan kimia berbahaya yang terbawa di air yang akan kita masak itu.

Di rumah, kami sedang diuji dengan air. Mungkin sudah dua bulan berjalan, air di rumah kami menjadi bau. Satu pekan ini malah menjadi keruh. Ada tetangga juga yang memiliki problem yang sama. Ada dugaan, ada saluran pembuangan air kotor dari rumah tetangga lain yang bocor, sehingga rembesannya menyerap ke saluran air bersih kami. Tapi ini diragukan oleh Abi, karena sepengetahuan Abi, sistem pembuangan air bersih dan kotor pastilah terpisah, dan tidak memungkinkan adanya perembesan.

Ada dugaan juga mungkin perlu diperdalam sumber airnya. Atau torennya perlu dibersihkan.

Sungguh masalah air ini memunculkan 'tensi' di rumah. Azka yang sensitif terhadap bau, sehingga dia 'huwek' setiap mandi. Belum lagi jika dirasa, airnya seperti berminyak. Hiks.... terbayang yang aneh-aneh. Itu air bercampur apa ya kira-kira.

Semoga segera menemukan solusi untuk masalah ini. Aamiin.

Wednesday, 5 April 2017

Pulitzer WInner untuk Fiksi

This is the story :)

Pulitzer adalah pernghargaan kelas dunia untuk karya di bidang jurnalisme, literatur, musik, dan drama. Penghargaan ini mulai diberikan di awal tahun 1900an.

Untuk buku pemenang pulitzer, (kategori fiksi (1948 - sekarang) atau novel (1918 - 1947)), baru tiga buku yang pernah Bunda baca. Yaitu :

1. To Kill a Mockingbird, Harper Lee (1961)
2. The March, Geraldine Brooks (2006)
3. The Good Earth, Pearl S Buck (1932)

Dari tiga buku tersebut, Bunda melihat ada kemiripan. Kalau cerita, masing-masing memiliki tema berbeda. Nah, kemiripan yang bisa Bunda simpulkan adalah sebagai berikut :

1. Plot cerita kaleeemmm banget. Mungkin ibarat garis, dia linier. smooth. Tidak naik turun seperti thriller atau suspend.
Membosankan? Neeeyyy.... Inilah hebatnya. Ngga bikin bosan. Kita benar-benar dibawa ke 'alam cerita' oleh penulis.

2. Deskripsi latar yang sangat detail. Waktu, tempat, demografis, karakter, Semuanya dituliskan lengkap oleh penulis tanpa kita merasakan adanya informasi  yang berjejal.

Dan in sya Allah Bunda akan membaca fiksi lain pemenang pulitzer.

PR 'Quality Time' Ternyata Bukan Milik Orang Tua Bekerja Saja

This is the story :)

Bunda kira quality  time adalah PR nya orang tua bekerja 8 to 5 saja. Ternyata, ini PR orang tua untuk berbagai profesi.

Bunda baru saja diskusi dengan tetangga yang full time di rumah. Beliau resign setelah anak keduanya lahir. Kami membahas mengenai kesukaan membaca buku, dan tips agar anak mau membaca buku. Bunda bilang, coba dibacakan saja, anaknya sudah ada minat baca, karena anaknya pernah minta dibelikan komik di toko buku, walaupun sampai rumah tidak dibaca. Dan tetangga bunda bilang tidak ada waktu, karena rempong, tidak ada pembantu pula. Tet Toot....

Dari sini Bunda berfikir, kelak Bunda jadi Ibu rumah tangga, Bunda juga harus waspada dengan quality time seperti ini. jangan sampai Bunda memenangkan ego agar rumah rapi jali, tetapi anak-anak tidak diberikan quality time.

Dan itu PR yang cukup rumit, terutama untuk orang-orang yang kepengen rumah berantakan selalu rapi jali.

Kerja Yang Enak Itu ...

This is the story :)

Dari zaman dahulu Bunda ngantor di kantor pertama, pandangan banyak orang tentang pekerjaan adalah seperti ini :

Kerja di perusahaan A gajinya besar, dan kerjanya seperti kerja rodi.
Kerja di perusahaan B gajinya standar atau so so, dan kerjanya bisa santai. 

Hmffh....

Dulu memang Bunda ngeri sekali dengan term 'kerja rodi'. Tapi lama kelamaan, menurut Bunda pameo itu salah.

Menurut Bunda, kerja yang enak  itu adalah :

Kerja yang dapat mengoptimalkan semua skill (softskill dan hardskill) yang kita miliki, yang membuat kita semangat untuk achieve target, yang didampingi oleh lingkungan kerja yang saling support dan saling coaching (from all level) dan puas apabila orang lain menggunakan hasil pekerjaan kita; serta gaji yang tercukupkan untuk kebutuhan hidup kita (tidak sama dengan gaya hidup).

Daann... Speak in frank, I am seeking that kind of job. Wish me luck. and May Allah bless Bunda. Aamiin.

Saturday, 1 April 2017

Menjelang 10 Tahun Bunda dan Abi

This is the story :)

In sya Allah, 10 Desember 2017 nanti adalah genap sepuluh tahun usia pernikahan Bunda dan Abi.

Pernikahan yang diawali dengn prosesi taaruf selama sekitar sembilan bulan, yang diniatkan untuk menggenapkan separuh agama, juga penyatuan dua keluarga besar.

Sepuluh tahun, rizki itu berlimpah. Rizki yang tadinya terserak kemudian terkumpul. Ada Trio A (Azka, Althaf (Alm), Alisha) dengan masing-masing keseruannya, Ada tawa dan tangis pada tiap fase hidup, dan yang pasti, ada cinta di tiap hati.

Perjalanan masih panjang. Karena kami berharap surganya Allah. Moga kami menjadi keluarga yang terhindar dari api neraka. Aamiin.



Powered By Blogger