Talking about the CRV, Your love is not about owning our own car
Your sincerest love is about how hard you work to earn it.
Talking about my career
Your love is not about fully support my overtime
Your sincerest love tells me about how to manage myself and everything
Talking about a shelter
Your love is not about take me into the sweet cozy home
Your sincerest love asks me to choose one, decorate it inside
Your sincerest love also shows how many overtime hours you have spent to get the one I chose
Talking about our child education
Your love is not about screening the international standard school
Your sincerest love just trust me as the best teacher for our beloved
For all the things and joys you have
Gratitude is the best thing I can share
For my lovely mas Agus Herdi, with bunch of love.
Hani
Tuesday, 2 August 2011
SMS Paling Romantis
This is the story :)
Sekarang, karena sedang dateline beberapa proyek, Abi diminta lembur hari Sabtu dan Minggu. Hari Sabtu kemarin, tepatnya 30 Juli 2011 adalah 2 hari menjelang bulan Ramadhan. Ramadhan Greetings bertebaran, baik di fb, SMS, dan mungkin BBM. Abi juga ternyata ga mau ketinggalan ... Abi kirim SMS yang bikin Bunda terharu biru bahagia. Begini bunyinya :
Bunda speechless, karena Abi bukan tipe pengumbar kata di SMS. Bukan ga sayang, tapi memang style nya Abi gitu, Abi senang mengungkapkan sayangnya secara lisan, baik ke Bunda ataupunke Azka, dan moment nya saat kami sedang ngumpul bertiga (Abi, Bunda, Azka).
Nah, lucunya, SMS itu dikirim jam 4.56 sore. Baru bunda bales jam 8.37 malem. (Note : Abi lembur dari pagi sampe maghrib, sedangkan Bunda dan Azka pergi ke rumah Mbah uyut dan Eyang uyut dari jam 10 siang sampai malam). bunda reply :
Semoga kita semua bisa optimal dalam menjal;ankan ibadah dibulan Ramadhan ini ya. Dan semoga kebiasaan itu terus terbawa seterusnya danmenjadi kebiasaan seumur hidup. Amien.
Sekarang, karena sedang dateline beberapa proyek, Abi diminta lembur hari Sabtu dan Minggu. Hari Sabtu kemarin, tepatnya 30 Juli 2011 adalah 2 hari menjelang bulan Ramadhan. Ramadhan Greetings bertebaran, baik di fb, SMS, dan mungkin BBM. Abi juga ternyata ga mau ketinggalan ... Abi kirim SMS yang bikin Bunda terharu biru bahagia. Begini bunyinya :
Semua yang kulakukan adalah untuk kebahagianmu. segalanya adalah untukmu. Hanya saja aku bukan lelaki yang sempurna selalu saja ada kata dan kesalahan yang mungkin bisa menyakiti hatimu. selamat berpuasa sayang, terimalah maafku. bersama 1000 cinta ...Hwaaaa.... so sweet.
Bunda speechless, karena Abi bukan tipe pengumbar kata di SMS. Bukan ga sayang, tapi memang style nya Abi gitu, Abi senang mengungkapkan sayangnya secara lisan, baik ke Bunda ataupunke Azka, dan moment nya saat kami sedang ngumpul bertiga (Abi, Bunda, Azka).
Nah, lucunya, SMS itu dikirim jam 4.56 sore. Baru bunda bales jam 8.37 malem. (Note : Abi lembur dari pagi sampe maghrib, sedangkan Bunda dan Azka pergi ke rumah Mbah uyut dan Eyang uyut dari jam 10 siang sampai malam). bunda reply :
Luv U Bi, romantis bangetAbinya protes.
Kok baru bales sich?Bunda jawab :
Baru baca Bi, maaf ya...ALHAMDULILLAH... rasanya ayem banget. Trus, di bulan Ramadhan ini, Bunda seneng karena Abi lebih ketat control-nya dalam hal ibadah harian Bunda. Abi ngingetin Bunda untuk bawa mushaf, dan sampai di rumah, Bunda dicek bacaan mushafnya sama Abi, udah tilawah belum? Maklum, tilawah Bunda masih ga bagus... kan mustinya sehari sekitar 1/2 jus, tapi Bunda kadang ga tiap hari, dan itupun kuantitasnya ga 1/ jus.
Semoga kita semua bisa optimal dalam menjal;ankan ibadah dibulan Ramadhan ini ya. Dan semoga kebiasaan itu terus terbawa seterusnya danmenjadi kebiasaan seumur hidup. Amien.
Tuesday, 12 July 2011
Srategi Mempersiapkan Dana Pendidikan
This is the story :)
Tahun ajaran baru sudah mulai. Status para ibu tentang mengantar anaknya ke sekolah bertebaran di jejaring sosial. Artikel-artikel yang mengulas mutu dan biaya pendidikan juga bermunculan di sebuah situs favorit Bunda.
Terkait dengan pendidikan, usia Azka saat ini 2 tahun 8 bulan. Setahun lagi, insyaALLAH Bunda ingin memasukkan Azka ke pendidikan formal (TK). Dana pendidikan juga mulai kami siapkan. Sebenarnya, apakah memperoleh pendidikan yang bagus menjadi momok yang menakutkan? Yuk kita belajar dari pengalaman beberapa orang.
Seorang teman mengatakan, bahwa mempersiapkan dana pendidikan, baik tingkat dasar sampai dengan tingkat perguruan tinggi, sebenarnya tidak repot kok. Strateginya adalah mempersiapkan dari jauuuuuuuuhhhh hari. (wah, bukannya ini udah strategi umum ya? he..he..). Iya, sudah menjadi tips umum, tapi sudah umum juga saat tahun ajaran baru, ramai berita melaporkan bahwa pegadaian menerima banyak barang gadaian, banyak ibu-ibu complain tentang uang pangkal.
Ya itulah realitasnya. Pendidikan yang belum berpihak pada rakyat. ok ok... di sini bukan tempatnya misu-misu atau mengeluh keadaan. Di sini tempatnya kita mengubah arah sayap, dan tidak protes terhadap arah angin (ngutip quotes di bukunya Reza Syarif).
Yuk kita mulai ubah arah sayap kita yah...Ini buat yang gajian ya... karena pengalaman kami di posisi orang gajian, belum menjadi orang yang berwirausaha. Doakan, insyaALLAH bisnis Bunda akan bisa ajeg (bisnis yang mana Bun??? Ahh bunda kurang tekun niyh)
Buat kita yang gajian, setiap bulannya kita sisihkan minimal 10 % untuk ditabung. Jangan ditaro di ATM. Tapi ikutlah produk yang mirip deposito yang jangkanya pendek, minimal setahun. Jadi di tanggal kita gajian, jadikan tanggal itu untuk didebet di tabungan 'mirip deposito tersebut'. Kalau gajiannya ga masuk ke rekening, boleh juga tuh beli celengan plastik (harganya variatif 5000 - 10000), masukin deh ke situ. Nah, kalau udah setahun, investasikan ke bentuk lain. Mungkin ada yang suka reksadana, mungkin ada yang suka logam mulia. Pokoknya, jangan diendapkan!. Karena nilainyabisa tergerus inflasi. Tapi, tahun kedua, upayakan dana yang disisihkanmeningkat, 11 %, 12 %, dst. Memang sih, konsekuensinya ada yang dikorbankan. Pasti jajan di luar akan berkurang. But it's ok... we still canlive without such 'hedonism' seduction right???
Selain gaji bulanan, kalo karyawan suka ada bonus dan THR. Nah, sisihkan juga dari sumber ini untuk pendidikan. Tapi sekali lagi, jangan disimpan dalam bentuk uang di tabungan. Harus diinvest!. Seberapa besarnya, silakan diskusikan dengan pasangan.
Kalau ikat pinggang sudah kencang tapi kok sepertinya tidak ada celah untuk saving, berarti strateginya adalah mencari ikat pinggang yang lebih longgar. Alias mencari tambahan penghasilan. Nah, dalam hal ini, jangan sampai kepentok mindset kalau bisnis perlu modal lho. Manfaatkan aja kemampuan yang Anda miliki. Kalau suka bikin kue, mulailah terima pesanan. Kalau suka nulis, coalah ikutan pembuatan buku antologi. banyak celah deyh.
And above of all, ALLAH adalah Pemberi rizki. Awali dengan niat yang baik, ikhtiar, dan doa yang sungguh-sungguh untuk minta sama ALLAH.
ALLAH is Ar Razzaaq الرزاق, The Ever Providing.
Moga berguna,,, dankalau ingin browse yang lebih ilmiah, silakan gugling situs2 financial planner.
happy saving all :)
Tahun ajaran baru sudah mulai. Status para ibu tentang mengantar anaknya ke sekolah bertebaran di jejaring sosial. Artikel-artikel yang mengulas mutu dan biaya pendidikan juga bermunculan di sebuah situs favorit Bunda.
Terkait dengan pendidikan, usia Azka saat ini 2 tahun 8 bulan. Setahun lagi, insyaALLAH Bunda ingin memasukkan Azka ke pendidikan formal (TK). Dana pendidikan juga mulai kami siapkan. Sebenarnya, apakah memperoleh pendidikan yang bagus menjadi momok yang menakutkan? Yuk kita belajar dari pengalaman beberapa orang.
Seorang teman mengatakan, bahwa mempersiapkan dana pendidikan, baik tingkat dasar sampai dengan tingkat perguruan tinggi, sebenarnya tidak repot kok. Strateginya adalah mempersiapkan dari jauuuuuuuuhhhh hari. (wah, bukannya ini udah strategi umum ya? he..he..). Iya, sudah menjadi tips umum, tapi sudah umum juga saat tahun ajaran baru, ramai berita melaporkan bahwa pegadaian menerima banyak barang gadaian, banyak ibu-ibu complain tentang uang pangkal.
Ya itulah realitasnya. Pendidikan yang belum berpihak pada rakyat. ok ok... di sini bukan tempatnya misu-misu atau mengeluh keadaan. Di sini tempatnya kita mengubah arah sayap, dan tidak protes terhadap arah angin (ngutip quotes di bukunya Reza Syarif).
Yuk kita mulai ubah arah sayap kita yah...Ini buat yang gajian ya... karena pengalaman kami di posisi orang gajian, belum menjadi orang yang berwirausaha. Doakan, insyaALLAH bisnis Bunda akan bisa ajeg (bisnis yang mana Bun??? Ahh bunda kurang tekun niyh)
Buat kita yang gajian, setiap bulannya kita sisihkan minimal 10 % untuk ditabung. Jangan ditaro di ATM. Tapi ikutlah produk yang mirip deposito yang jangkanya pendek, minimal setahun. Jadi di tanggal kita gajian, jadikan tanggal itu untuk didebet di tabungan 'mirip deposito tersebut'. Kalau gajiannya ga masuk ke rekening, boleh juga tuh beli celengan plastik (harganya variatif 5000 - 10000), masukin deh ke situ. Nah, kalau udah setahun, investasikan ke bentuk lain. Mungkin ada yang suka reksadana, mungkin ada yang suka logam mulia. Pokoknya, jangan diendapkan!. Karena nilainyabisa tergerus inflasi. Tapi, tahun kedua, upayakan dana yang disisihkanmeningkat, 11 %, 12 %, dst. Memang sih, konsekuensinya ada yang dikorbankan. Pasti jajan di luar akan berkurang. But it's ok... we still canlive without such 'hedonism' seduction right???
Selain gaji bulanan, kalo karyawan suka ada bonus dan THR. Nah, sisihkan juga dari sumber ini untuk pendidikan. Tapi sekali lagi, jangan disimpan dalam bentuk uang di tabungan. Harus diinvest!. Seberapa besarnya, silakan diskusikan dengan pasangan.
Kalau ikat pinggang sudah kencang tapi kok sepertinya tidak ada celah untuk saving, berarti strateginya adalah mencari ikat pinggang yang lebih longgar. Alias mencari tambahan penghasilan. Nah, dalam hal ini, jangan sampai kepentok mindset kalau bisnis perlu modal lho. Manfaatkan aja kemampuan yang Anda miliki. Kalau suka bikin kue, mulailah terima pesanan. Kalau suka nulis, coalah ikutan pembuatan buku antologi. banyak celah deyh.
And above of all, ALLAH adalah Pemberi rizki. Awali dengan niat yang baik, ikhtiar, dan doa yang sungguh-sungguh untuk minta sama ALLAH.
ALLAH is Ar Razzaaq الرزاق, The Ever Providing.
Moga berguna,,, dankalau ingin browse yang lebih ilmiah, silakan gugling situs2 financial planner.
happy saving all :)
Sunday, 26 June 2011
Plesiran ke Pekan Raya Jakarta
This is the story :)
ALHAMDULILLAH, Sabtu 25 Juni lalu Abi, Azka dan Bunda bisa jalan-jalan ke PRJ. PRJ ini lokasinya di Kemayoran, deket rumah Mbah putrinya Bunda / Mbah Uyutnya Azka. Gini cerita kompletnya ....
Berangkat dari rumah sekitar jam 10, naik motor. Sampai di rumah Mbah Uyut sekitar jam 11.30an, meleset 30 menit dari perkiraan, karena ada salah jalan sedikit :).
Di rumah Mbah Uyut, lagi persiapan acara syukuran pengajian dalam rangka khitanan Faiz (sepupu Bunda). Jadi di sana udah ramai sodara-sodara. Trus, setelah shalat Dzuhur, kita meluncur ke PRJ naik bajaj. Kenapa kita naik bajaj, karena :
1. Beberapa kali baca di suatu forum kalau parkir di PRJ mahal. Mobil bisa sampai rp. 50rb, motor Rp. 20rb. Dan mungkin benar, karena saat sampai di sana, ada pengumuman bahwa tarif parkir motor Rp. 8rb sekali masuk. Nah, untuk jam selanjutnya kita kurang tau juga sih, per jamnya dikenakan biaya berapa.
2. Parkiran pueenuuuuh banget. Apalagi kalau kita pulang sore. hadouhhh... bisa antri untuk keluar parkir doang tuh.
Tarif naik bajaj dari rumah Mbah Uyut Rp. 10rb. Pulangnya, karena macet dan kena biaya 'parkir' bajaj (entah pungli entah resmi) total Rp. 20rb.
Harga tiket masuk PRJ adalah Rp. 25rb untuk Sabtu, Minggu, dan hari libur. Hari biasa Rp. 20rb. Anak-anak tinggi 100 cm juga musti bayar parkir. Di sana ada indikator tinggi, pake plang kayu gitu. Azka sih tingginya belum ada 100 cm. Jadi dia gratisan...
Arena PRJ itu luaaass banget. Kita masuk dari pintu timur A2. Masuknya langsung menuju gedung utama (kayanya ya... :) ini deskripsi versi bunda aja). Gedung ini (kayanya lagi) ada 5 lantai, dengan eskalator dan elevator. Di lantai 1 produk yang banyak dipamerkan adalah produk banking, adda juga produk olah raga, dan.... operator seluler beserta bundling-annya dengan HP Cina.
Keluar gedung, ada plaza luas, dimana di sana stand motor dan helm berjejer besar-besar. Ini gambarnya ...
rame kan...?
Nah, di area ini Azka senang melihat balon-balon iklan.. kaya gini :
Tapi sebelum kita keluar di arena motor n helm, kita mampir lammmaaaa banget di stand mobil. Yah tau lah... Azka kalo dah liat mobil, kalo ga dialihkan atau diajak jalan lagi, bisa betah berjam-jam. Nih, makanya kita bertiga sempat foto-foto. Yang jadi artisnya, pastilah Azka. he..he..
Hm... segini dulu deyh ceritanya. It;s time to play with Azka.
ALHAMDULILLAH, Sabtu 25 Juni lalu Abi, Azka dan Bunda bisa jalan-jalan ke PRJ. PRJ ini lokasinya di Kemayoran, deket rumah Mbah putrinya Bunda / Mbah Uyutnya Azka. Gini cerita kompletnya ....
Berangkat dari rumah sekitar jam 10, naik motor. Sampai di rumah Mbah Uyut sekitar jam 11.30an, meleset 30 menit dari perkiraan, karena ada salah jalan sedikit :).
Di rumah Mbah Uyut, lagi persiapan acara syukuran pengajian dalam rangka khitanan Faiz (sepupu Bunda). Jadi di sana udah ramai sodara-sodara. Trus, setelah shalat Dzuhur, kita meluncur ke PRJ naik bajaj. Kenapa kita naik bajaj, karena :
1. Beberapa kali baca di suatu forum kalau parkir di PRJ mahal. Mobil bisa sampai rp. 50rb, motor Rp. 20rb. Dan mungkin benar, karena saat sampai di sana, ada pengumuman bahwa tarif parkir motor Rp. 8rb sekali masuk. Nah, untuk jam selanjutnya kita kurang tau juga sih, per jamnya dikenakan biaya berapa.
2. Parkiran pueenuuuuh banget. Apalagi kalau kita pulang sore. hadouhhh... bisa antri untuk keluar parkir doang tuh.
Tarif naik bajaj dari rumah Mbah Uyut Rp. 10rb. Pulangnya, karena macet dan kena biaya 'parkir' bajaj (entah pungli entah resmi) total Rp. 20rb.
Harga tiket masuk PRJ adalah Rp. 25rb untuk Sabtu, Minggu, dan hari libur. Hari biasa Rp. 20rb. Anak-anak tinggi 100 cm juga musti bayar parkir. Di sana ada indikator tinggi, pake plang kayu gitu. Azka sih tingginya belum ada 100 cm. Jadi dia gratisan...
Arena PRJ itu luaaass banget. Kita masuk dari pintu timur A2. Masuknya langsung menuju gedung utama (kayanya ya... :) ini deskripsi versi bunda aja). Gedung ini (kayanya lagi) ada 5 lantai, dengan eskalator dan elevator. Di lantai 1 produk yang banyak dipamerkan adalah produk banking, adda juga produk olah raga, dan.... operator seluler beserta bundling-annya dengan HP Cina.
Keluar gedung, ada plaza luas, dimana di sana stand motor dan helm berjejer besar-besar. Ini gambarnya ...
rame kan...?
Nah, di area ini Azka senang melihat balon-balon iklan.. kaya gini :
Tapi sebelum kita keluar di arena motor n helm, kita mampir lammmaaaa banget di stand mobil. Yah tau lah... Azka kalo dah liat mobil, kalo ga dialihkan atau diajak jalan lagi, bisa betah berjam-jam. Nih, makanya kita bertiga sempat foto-foto. Yang jadi artisnya, pastilah Azka. he..he..
Hm... segini dulu deyh ceritanya. It;s time to play with Azka.
Monday, 20 June 2011
Hunting Sekolah TK
This is the story :)
Pertengahan tahun ini, Bunda, Abi,Uti, Tante Arie, sudah membicarakan mengenai sekolah Azka dan Rusyda. Usia Azka dan Rusyda saat ini di kisaran 2.5 tahun. Pengennya tahun depan sudah bisa menyekolahkan Azka ke TK. Untuk usia ini, mungkin Azka akan dilatih aja masuk ke PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang dikelola oleh Ibu-Ibu PKK RW.
Ok, Jadilah pagi ini Bunda menepon 2 kandidat sekolah di sekitar rumah kami.Memang tidak telalu dekat, tapi paling tidak, kami masih tau akses / daerah dari sekolah tersebut. Pilihan Bunda dan Abi adalah sekolah yang berbasis sekolah Islam Terpadu. Alasannya adalah... agar sedari kecil, terbiasa di lingkungan islam. Maksudnya, terbiasa shalat, melihat muslimah berjilbab, doa-doa, ucapan salam, mengaji, prilaku baik, dll. Dan di rumah pun, Bunda dan Abi juga musti lebih membiasakan keluarga berprilaku islami itu.
2 kandidat sekolah yang Bunda tanya via telepon adalah :
1. TKIT Ar Ridho Islamic School, Pulo Gebang.
Total Rp. 4.200.000 dengan perincian :
Total Rp. 2.580.000 dengan perincian :
Semoga kami menemukan sekolah yang bisa bikin Azka enjoy ya... Amien.
Pertengahan tahun ini, Bunda, Abi,Uti, Tante Arie, sudah membicarakan mengenai sekolah Azka dan Rusyda. Usia Azka dan Rusyda saat ini di kisaran 2.5 tahun. Pengennya tahun depan sudah bisa menyekolahkan Azka ke TK. Untuk usia ini, mungkin Azka akan dilatih aja masuk ke PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang dikelola oleh Ibu-Ibu PKK RW.
Ok, Jadilah pagi ini Bunda menepon 2 kandidat sekolah di sekitar rumah kami.Memang tidak telalu dekat, tapi paling tidak, kami masih tau akses / daerah dari sekolah tersebut. Pilihan Bunda dan Abi adalah sekolah yang berbasis sekolah Islam Terpadu. Alasannya adalah... agar sedari kecil, terbiasa di lingkungan islam. Maksudnya, terbiasa shalat, melihat muslimah berjilbab, doa-doa, ucapan salam, mengaji, prilaku baik, dll. Dan di rumah pun, Bunda dan Abi juga musti lebih membiasakan keluarga berprilaku islami itu.
2 kandidat sekolah yang Bunda tanya via telepon adalah :
1. TKIT Ar Ridho Islamic School, Pulo Gebang.
Total Rp. 4.200.000 dengan perincian :
- Uang pangkal : Rp. 2.850.000
- SPP : Rp. 275.000
- Biaya kegiatan : Rp. 1.000.000
- Form : Rp. 75.000
Total Rp. 2.580.000 dengan perincian :
- SPP : Rp. 150.000
- Uang pangkal (termasuk SPP, seragam, kegiatan, uang pangkal) : Rp. 2.430.000
Semoga kami menemukan sekolah yang bisa bikin Azka enjoy ya... Amien.
Thursday, 16 June 2011
Review kontrol ke DSOG
This is the story :)
Meneruskan tulisan sebelumnya, di sini Bunda mau ceritain kontrol ke DSOG kemarin. Bunda kontrol ke dr. Dwi rasyanti, SPOG. Beliau praktek di Hermina Bekasi, YPK Menteng, dan RS Haji Pondok gede.
Jam 4, Abi dan Bunda meluncur dari Mega Kuningan menuju Hermina Bekasi. Bukan main deg-degan rasanya. Membayangkan duduk di kursi kerajaan. Well, ini nih kebiasaan buruk Bunda. Suka membayangkan yang nggek-nggak. padahal, kenyataannya ga seburuk itu. ok, lanjut.
Kita sampai Hermina Bekasi sekitar jam 5.30. Daftar dan bla-bla, lalu nunggu deh di ruang tunggu. nah, Bunda di urutan ke-7. Lumayan juga sih nunggunya. he..he.. Tiap susternya buka pintu dokter, tiap itu pula Bunda berharap cemas. Kalo Abi sih... Hem... adem ayem aja nonton TV. cool... Malah ngeledekin Bunda. 'Halah, gitu aja takut. Kemaren ke dokter gigi berani.'. Wah, sebel kalo udah gini. Bunda bales aja, 'Ayo Abi kalo mau tes ke dokter gigi. kenapa Abi ga mau, takut ya?' Weleh.. yang ditanya cuma ngangguk.
Dan, setelah sekitar 5 orang pasien masuk, tibalah Bunda masuk. jreng-jreng ... Inilah percakapan kita di dalam antara Bunda (B), Abi (A), dokter (D) :
B : Sore dokter...
D : Sore, (sambil lihat buku rekam medis Bunda).
B : Masih inget saya ga dokter, dulu waktu dokter Pudji dinas, saya kontrol abis melahirkan ke dokter.
D : senyum-senyum ...iya ... ada apa nih Bu?
D : Hah..? Inii beneran, pasang IUD nya 2008, sekarang baru mau kontrol?
B : Iya dokter. he..he.. abis takut kalo disuruh duduk disono (sambil nunjuk kursi kerajaan).
D : Ya nggak, kan di USG dulu. Trus, sekarang kenapa nih Bu, ada keluhan apa?
B : Kayanya saya mau lepas aja dok, abis perut bagian kanan bawah saya sakit. Mungkin posisi IUDnya ga bener kali ya.
D : Lagian, anak udah 2.5 tahun, ngapain juga KB? Hamil tuh, paling enak di bawah umur 35. Sekarang umur berapa?
B : Hm... udah mau 31 dokter. Saya masih punya space 4 tahun lagi kan? (Astaghfirullah Al Azhiim, pede banget sih, emang kalo lebas IUD langsung dikasih hamil sama ALLAH)
D : Lho, emang dikira lepas IUD langsung hamil, ntar ga jamil-hamil, tau-tau umur udah 35. Anak saya 2, sebenernya saya pengen lebih dari 2, saya ga KB, tapi ga hamil-hamil. Guru-guru saya semua pada nany... "Kamu nunda punya anaknya kelamaan sih ya? makanya lama dikasihnya kan?'
B : Ya.. kan nungguin kakaknya masuk SD dulu dokter. Ntar kalo kakaknya masih kecil, masih pengen disayang, pengen dimanja, trus udah ada adeknya kan kasian.
A : Emang nih dokter... pikirannya kolot.
B : Ih Abi, kok gitu sih?
D : Hemm (geleng-geleng kepala). Ya disayang dua-duanya lah... Anak, kalo terlalu jauh, dia ga jadi kawan. Ya.. paling ngga bedanya 2 tahun lah. Karena usianya berdekatan, mereka akan jadi kawan.
B : Tapi saya dan ade saya beda 2 tahun, suka berantem kok dokter. (dalam hati sih bener, pas udah gede, Bunda dan Tante Arie bisa jadi temen... life-theme kita relatif sama, karena usianya yang cukup dekat).
D : Mau anak beda 10 tahun, beda 2 tahun, cewek-cewek, cowok-cewek, cowok-cowok, pasti berantem. Biarin aja berantem, dengan berantem mereka belajar bersosialisasi.
D : ok, Ibu mau lepas IUD, lagi haid?
B : Ngga dokter
D : Enakan, kalo leas IUD itu pas lagi haid, 2 atau 3 hari haid deh.
B : Ihhh... lagi banjir-banjirnya? Emang ga geli dokter?
D: Nggak. (sambil ketawa-tawa) kan saya yang request. Jadi, kalo lagi haid itu, mulut rahimnya lebih lunak, saya ngambilnya lebih enak, dan Ibu lebih nyaman, ga sakit. Kalo sekarang mah susah, pasti sakit.
B : O gitu... Oh ya dokter? Saya perlu pap smear ga?
D : Ya perlu, paling ngga setaun sekali. Paling bagus itu, seminggu setelah haid, dan 3 hari tidak berhubungan. Karena kalau dekat dengan haid kadang masih terlihat darah, dan kalau setelah berhubungan, suka masih ada genangan.
B : Oo... Berarti, saya musti jadwalin lagi nih dokter. Saya haid untuk buka IUD, dan setelah itu pap smear.
A : Misalkan kalo nanti haid buka IUD aja ga perlu pap smear gimana dok?
D : Pap smear itu perlu. 90 % dari sel-sel kanker mulut rahim yang ditangkep saat pap smear, kalo udah ketahuan, bisa diobati dan insyaALLAH ga jadi kanker. Ini penting banget karena tiap 1 jam, 1 orang wanita meninggal karena kanker mulut rahim.
A : Oo... ya udah pap smear aja sekarang. Kamu haidnya udah lewat seminggu kan?
B : Ih Abi... kan syaratnya juga ga boleh berhubungan 3 hari.
A : O iya ya... (nyengir).
D : ikutan nyengir juga... susternya juga nyengir.
D : Dah, yuk... sekarang silakan naik ke tempat tidur. Kita USG.
Di tempat tidur, sambil susternya ngolesin gel adem ke perut, dan dokternya nyalain monitor.
D : Sekarang kita lihat hasil USGnya dulu. Sambil lihat ke monitor. IUDnya baik-baik aja, letaknya bagus. bisik-bisik ke suster... Tau gini ga jadi lepas deh.
B : bisik-bisik juga.. pengennya gitu dokter.
Di meja konsultasi
D : Jadi, sakit perut di kanan bawah, jangan diremehkan. Bisa jadi usus buntu.
B : Tapi dugaan saya malah saluran kemihnya dokter.
D : Ya... salah satunya bisa itu juga, makanya kita lihat hasil pap smearnya.
B : Kalo hasil pap smear ok?
D : Saya akan rujuk ke dokter bedah. Nanti kan di rontgen, trus ditest.
B : ok deh dokter... Oh ya, selain di YPK dan di sini, dokter praktek di mana lagi?
D : Di rumah sakit Haji Pondok Gede.
B : Kalo di YPK lebih rame ga?
D : Karena prakteknya satu hari, jadi rame sih ya...
So...kesimpulannya, Bunda belum pap smear, dan belum lepas IUD juga. Tapi sebelum kesemuanya, Bunda mau make-sure dulu kalo semua test itu dicover sama asuransi.
Semoga semuua baik-baik aja. Amien.
Meneruskan tulisan sebelumnya, di sini Bunda mau ceritain kontrol ke DSOG kemarin. Bunda kontrol ke dr. Dwi rasyanti, SPOG. Beliau praktek di Hermina Bekasi, YPK Menteng, dan RS Haji Pondok gede.
Jam 4, Abi dan Bunda meluncur dari Mega Kuningan menuju Hermina Bekasi. Bukan main deg-degan rasanya. Membayangkan duduk di kursi kerajaan. Well, ini nih kebiasaan buruk Bunda. Suka membayangkan yang nggek-nggak. padahal, kenyataannya ga seburuk itu. ok, lanjut.
Kita sampai Hermina Bekasi sekitar jam 5.30. Daftar dan bla-bla, lalu nunggu deh di ruang tunggu. nah, Bunda di urutan ke-7. Lumayan juga sih nunggunya. he..he.. Tiap susternya buka pintu dokter, tiap itu pula Bunda berharap cemas. Kalo Abi sih... Hem... adem ayem aja nonton TV. cool... Malah ngeledekin Bunda. 'Halah, gitu aja takut. Kemaren ke dokter gigi berani.'. Wah, sebel kalo udah gini. Bunda bales aja, 'Ayo Abi kalo mau tes ke dokter gigi. kenapa Abi ga mau, takut ya?' Weleh.. yang ditanya cuma ngangguk.
Dan, setelah sekitar 5 orang pasien masuk, tibalah Bunda masuk. jreng-jreng ... Inilah percakapan kita di dalam antara Bunda (B), Abi (A), dokter (D) :
B : Sore dokter...
D : Sore, (sambil lihat buku rekam medis Bunda).
B : Masih inget saya ga dokter, dulu waktu dokter Pudji dinas, saya kontrol abis melahirkan ke dokter.
D : senyum-senyum ...iya ... ada apa nih Bu?
D : Hah..? Inii beneran, pasang IUD nya 2008, sekarang baru mau kontrol?
B : Iya dokter. he..he.. abis takut kalo disuruh duduk disono (sambil nunjuk kursi kerajaan).
D : Ya nggak, kan di USG dulu. Trus, sekarang kenapa nih Bu, ada keluhan apa?
B : Kayanya saya mau lepas aja dok, abis perut bagian kanan bawah saya sakit. Mungkin posisi IUDnya ga bener kali ya.
D : Lagian, anak udah 2.5 tahun, ngapain juga KB? Hamil tuh, paling enak di bawah umur 35. Sekarang umur berapa?
B : Hm... udah mau 31 dokter. Saya masih punya space 4 tahun lagi kan? (Astaghfirullah Al Azhiim, pede banget sih, emang kalo lebas IUD langsung dikasih hamil sama ALLAH)
D : Lho, emang dikira lepas IUD langsung hamil, ntar ga jamil-hamil, tau-tau umur udah 35. Anak saya 2, sebenernya saya pengen lebih dari 2, saya ga KB, tapi ga hamil-hamil. Guru-guru saya semua pada nany... "Kamu nunda punya anaknya kelamaan sih ya? makanya lama dikasihnya kan?'
B : Ya.. kan nungguin kakaknya masuk SD dulu dokter. Ntar kalo kakaknya masih kecil, masih pengen disayang, pengen dimanja, trus udah ada adeknya kan kasian.
A : Emang nih dokter... pikirannya kolot.
B : Ih Abi, kok gitu sih?
D : Hemm (geleng-geleng kepala). Ya disayang dua-duanya lah... Anak, kalo terlalu jauh, dia ga jadi kawan. Ya.. paling ngga bedanya 2 tahun lah. Karena usianya berdekatan, mereka akan jadi kawan.
B : Tapi saya dan ade saya beda 2 tahun, suka berantem kok dokter. (dalam hati sih bener, pas udah gede, Bunda dan Tante Arie bisa jadi temen... life-theme kita relatif sama, karena usianya yang cukup dekat).
D : Mau anak beda 10 tahun, beda 2 tahun, cewek-cewek, cowok-cewek, cowok-cowok, pasti berantem. Biarin aja berantem, dengan berantem mereka belajar bersosialisasi.
D : ok, Ibu mau lepas IUD, lagi haid?
B : Ngga dokter
D : Enakan, kalo leas IUD itu pas lagi haid, 2 atau 3 hari haid deh.
B : Ihhh... lagi banjir-banjirnya? Emang ga geli dokter?
D: Nggak. (sambil ketawa-tawa) kan saya yang request. Jadi, kalo lagi haid itu, mulut rahimnya lebih lunak, saya ngambilnya lebih enak, dan Ibu lebih nyaman, ga sakit. Kalo sekarang mah susah, pasti sakit.
B : O gitu... Oh ya dokter? Saya perlu pap smear ga?
D : Ya perlu, paling ngga setaun sekali. Paling bagus itu, seminggu setelah haid, dan 3 hari tidak berhubungan. Karena kalau dekat dengan haid kadang masih terlihat darah, dan kalau setelah berhubungan, suka masih ada genangan.
B : Oo... Berarti, saya musti jadwalin lagi nih dokter. Saya haid untuk buka IUD, dan setelah itu pap smear.
A : Misalkan kalo nanti haid buka IUD aja ga perlu pap smear gimana dok?
D : Pap smear itu perlu. 90 % dari sel-sel kanker mulut rahim yang ditangkep saat pap smear, kalo udah ketahuan, bisa diobati dan insyaALLAH ga jadi kanker. Ini penting banget karena tiap 1 jam, 1 orang wanita meninggal karena kanker mulut rahim.
A : Oo... ya udah pap smear aja sekarang. Kamu haidnya udah lewat seminggu kan?
B : Ih Abi... kan syaratnya juga ga boleh berhubungan 3 hari.
A : O iya ya... (nyengir).
D : ikutan nyengir juga... susternya juga nyengir.
D : Dah, yuk... sekarang silakan naik ke tempat tidur. Kita USG.
Di tempat tidur, sambil susternya ngolesin gel adem ke perut, dan dokternya nyalain monitor.
D : Sekarang kita lihat hasil USGnya dulu. Sambil lihat ke monitor. IUDnya baik-baik aja, letaknya bagus. bisik-bisik ke suster... Tau gini ga jadi lepas deh.
B : bisik-bisik juga.. pengennya gitu dokter.
Di meja konsultasi
D : Jadi, sakit perut di kanan bawah, jangan diremehkan. Bisa jadi usus buntu.
B : Tapi dugaan saya malah saluran kemihnya dokter.
D : Ya... salah satunya bisa itu juga, makanya kita lihat hasil pap smearnya.
B : Kalo hasil pap smear ok?
D : Saya akan rujuk ke dokter bedah. Nanti kan di rontgen, trus ditest.
B : ok deh dokter... Oh ya, selain di YPK dan di sini, dokter praktek di mana lagi?
D : Di rumah sakit Haji Pondok Gede.
B : Kalo di YPK lebih rame ga?
D : Karena prakteknya satu hari, jadi rame sih ya...
So...kesimpulannya, Bunda belum pap smear, dan belum lepas IUD juga. Tapi sebelum kesemuanya, Bunda mau make-sure dulu kalo semua test itu dicover sama asuransi.
Semoga semuua baik-baik aja. Amien.
Wednesday, 15 June 2011
Lepas IUD
This is the story :)
InsyaALLAH sore ini Bunda mau ke Obgyn dianterin Abi untuk lepas IUD. (for the matter, moga2 bos Bunda ngizinin Bunda untuk pulang lebih cepet. he..he..).
Alasan lepas IUD bukannya ingin program punya baby lagi. Tapi Bunda mengalami beberapa keluhan. Seperti rasa sakit di perut bagian kanan bawah. Suspect nya sih, bisa jadi -mungkin- karena letak IUDnya turun, atau karena Bunda ada ainfeksi saluran kemih. Makanya diperiksa.
Jujur, Bunda ngeri niyh... Tapi kalo ga diperiksa, ga bakalan tau penyebabnya apa.
Bismillahirrahmaanirrahiim. Semoga semua fine-fine aja. amien.
InsyaALLAH sore ini Bunda mau ke Obgyn dianterin Abi untuk lepas IUD. (for the matter, moga2 bos Bunda ngizinin Bunda untuk pulang lebih cepet. he..he..).
Alasan lepas IUD bukannya ingin program punya baby lagi. Tapi Bunda mengalami beberapa keluhan. Seperti rasa sakit di perut bagian kanan bawah. Suspect nya sih, bisa jadi -mungkin- karena letak IUDnya turun, atau karena Bunda ada ainfeksi saluran kemih. Makanya diperiksa.
Jujur, Bunda ngeri niyh... Tapi kalo ga diperiksa, ga bakalan tau penyebabnya apa.
Bismillahirrahmaanirrahiim. Semoga semua fine-fine aja. amien.
Subscribe to:
Posts (Atom)
