Tuesday, 11 August 2015

Dua Tahun Alisha Zahwa Triherdi

This is the story :)

Anak gadis Bunda Abi ini usianya genap dua tahun. Belum disapih, dan Bunda pun belum ingin menyapih. he..he..

Senang menari, berani bersosialisasi dengan anak-anak yang lebih besar, dan yang pasti, apapun yang dipegang Mas Azka merupakan hal yang menarik untuknya.

Ini dia foto-foto Alisha. In random. he..he..







Tuesday, 23 June 2015

Azka, Auditornya Bunda

This is the story :)

Hari Ahad lalu kami ke toko kurma, yang lokasinya di pinggir jalan. Saat Bunda dan Abi sibuk memilih jenis kurma, dede Alisha berjalan-jalan sendiri ke sekeliling toko tersebut. Bunda memang tidak menggandeng Alisha, tapi In sya Allah Bunda 'pasang mata' terhadap keberadaan Dede. Asalkan tidak keluar toko dan ke pinggir jalan raya, Bunda tenang saja. Lalu Azka mencari Dede.

Azka : Bunda, Dede mana?
Bunda : Eh, ga tau ya, kayanya ke dalem deh ka (yain kalau Dede ga keluar toko).
Azka : Bunda kok ga tau sih? Bunda ga menjaga dede dengan benar ya?
Bunda : Astaghfirullah... Azka kok ngomongnya gitu sih? Ya bunda jaga dede lah. kalau dede keluar juga Bunda kejar.

Hi..hi.. antara sedih dicomplain seperti itu, senang karena Azka menunjukkan rasa tanggung jawab dan sayangnya, Bunda jadi nyengir sendiri.

Ah, anak tujuh tahun Bunda udah bisa jadi auditor nih. he..he..

Di kesempatan lain, Azka juga komplain sama Bunda mengapa Bunda kesal sama Dede. Yah, Bunda memang tipikal orang yang agak tidak nyaman jika mendengar anak 'cranky' atau rewel. Pada mulanya sih sabar, tapi kalau berlanjut dan tidak jelas maunya apa, kadang bunda menunjukkan nada kesal juga sih, walaupun bukan membentak. Nah, Azka mungkin pernah mendengar Bunda berkata, "Subhanallah, ade maunya apa sih?". Sepertinya kalimat ini diingat terus oleh Azka.

Lalu pada suatu hari, saat sedang menyuapi Azka, dia tanya-tanya macam-macam.

Azka : Bunda, yang lahirin dede siapa?
Bunda : Bunda
Azka : Aku juga.
Bunda : Iya, Azka, almarhum dede Althaf juga.
Azka : Kalau Bunda yang ngelahirin dede (Alisha), kok Bunda marah-marah sama Dede?
Bunda : Eh Astaghfirullah, harusnya ngga ya?
Azka : Ya ngga dongm kan Bunda yang ngelihirin Dede Alishan.
Bunda : (dalam hati : noted tuh Bun.. he..he..)

Alhamdulillah kalau anak Bunda sudah bisa jadi auditor, jadi ada yang mengingatkan Bunda atau Abi jikalau kami salah dan tidak konsistem memberikan contoh yang baik pada Azka.

#NulisRandom2015. #Day23

Friday, 19 June 2015

Puasa Hari Kedua

This is the story :)

Kemarin Azka puasanya sukses sampai jam 12. Jam 10 pagi masih santai, ga minta minum atau makan, jadi Alhamdulillah bisa lulus setengah hari. Tapi Mba Upi bilang Azka nanya, bukanya pake indomi boleh ga. Wah, tentu ga boleh ya, nanti perutnya bisa sakit. Akhirnya Azka berbuka dengan biskuit kelapa, lalu makan nasi.

Hari ini, Azka puasa lagi. Menunya tetap sama, susu dan air putih. Tapi pagi ini Azka ngantuk berat. Setelah minum susu langsung tidur. Mungkin karena tadi malam dia tidur lebih larut, karena tarawih dulu ikut teman-temannya, lalu makan malamnya agak telat, sehingga tidurnya pun telat.

Tapi pagi ini Bunda dapet laporan dari Mba Upi kalau Azka puasanya gatot, karena makan permen yupi. Astgahfirullah.. Azka... hi..hi... lucu banget jadinya. Kemudian Bunda suruh terusin puasa lagi sampai jam 12. Mudah-mudahan berhasil. Amiin.

%NulisRandom2015 # Day19

Thursday, 18 June 2015

First Day's Fasting for Azka

This is the story :)

Hari ini adalah hari pertama Azka puasa. Tahun-tahun sebelumnya Azka memang belum puasa, no special reason sih, cuma belum aja. he..he.. Pembelajaran suasana puasa ia dapatkan di sekolah karena tidak dibolehkan membawa makanan dan minuman.

Jadi, pagi ini, Bunda membangunkan Azka agak maksa dikit. He..he.. Dicolek-colek ga bangun, akhirnya Bunda angkat Azka supaya dia di posisi duduk, dan kemudian terjaga. Alhamdulillah dia ga marah sih, Bunda membangunkannya juga pelan-pelan.

Menu sahurnya Azka air putih dan susu hangat. Azka belum mau makan. Sudah ditawari telur dadar goreng atau roti panggang, dia tetap tidak mau. Katanya mau makan biskuit saja. Tetapi kemudian dia tidak makan juga, praktis menu sahurnya hanya air putih dan segelas susu hangat. Sebelum minum susu, Bunda ajarkan Azka untuk membaca doa niat puasa dulu, karena itu yang penting.

Belajar puasa Azka adalah sahur, tidak makan, tidak minum, tidak marah-marah, dari subuh sampai jam 10. Setelah jam 10, Azka boleh makan dan minum. In sya Allah mudah-mudahan bisa berlanjut sampai jam 12 siang, dengan emnu sahur yang mumpuni.

Mudah-mudahan pembelajarn ini tepat waktunya, tepat metodenya, sehingga tujuan dan pembelajaran mengenai puasa dapat dipahami oleh Azka. Amiin.

#NulisRandom2015 #Day18

Wednesday, 17 June 2015

Bohong Atau Tidak Tahu?

This is the story :)

Cerita ini ter-trigger dari Bunda naik omprengan kemarin. Jadi, kalau Abi lembur, Bunda biasa naik omprengan, dari kampus Atmajaya ke jatiasih.

Nah, kemarin, di perjalanan, saat kami meluncur di tol, dimana terlihat gedung Universitas Borobudur (which is itu kampusnya Abi, he..he..) penumpang di sebelah Bunda (ibu-ibu) sedang bertelepon, kayanya sih sama anaknya. Eh.. maaf ya Bu, Bunda 'nyolong' denger percakapannya. Suara Ibu kedengeran sih. he..he.. Ini isi percakapannya.

"Dimana...? Mc D...? Ooh... Mama udah mau sampe nih. O ya udah... Yook."

Bunda terbengong-bengong. Gimana tuh Ibu bilang udah mau sampai, Hellowww... kita bahkan belum masuk Jati Bening lho... Eits, Bunda segera mencoba berbaik pikiran, mungkin si ibu tidak hafal jalan, jadi saat masuk tol, dibilang mau sampai. Dan memang sih, jika tol nya lancar,, perjalanan kami hanya memakan waktu sekitar 30 sampai 40 menit.

Tapi dari sini Bunda mencoba 'rempong' memikirkan sesuatu. Jikalau itu adalah akal-akalan si Ibu supaya ga menunggu lama di tempat pemberhentian omprengan, maka hm... si Ibu itu egois ya. Menyuruh anak / kerabat / siapapun untuk menunggu dia. Padahal dia masih jauh. Dan mungkin traffic di jalan tidak melulu lancar seperti yang diharapkan.

Dari sini Bunda belajar. Dan ini yang Alhamdulillah Bunda lakukan jika pulang bareng Abi. kalau pulang bareng Abi, Bunda janjian sama Abi di pangkalan ojek Deptan. Nah, Bunda selalu update Abi lokasi Bunda. Kalau Bunda belum dapat bus walaupun sudah 30 menit menunggu, Bunda akan bilang belum dapat bus. Kalau lancar, Bunda akan bilang sudah dapat bus. Dan Bunda akan mengupdate lokasi setelah sampai halte tertentu. Dengan begini, Bunda atau Abi akan 'maklum' jika salah satu harus menunggu.

Jadi lesson nya adalah, jika janjian dengan seseorang, tell the truth aja lah. Kalau memang kita telat berangkat, atau ada hambatan karena macet dan lain-lain, just tell the truth. Supaya saling memaklumi. SInce we know waiting is kinda boring thing to do.

#NulisRandom2015 #Day17





Tuesday, 16 June 2015

Hush... Cepat Pergi Cacar Air dari Badan Alisha!

This is the story :)

Setelah Mas Azka sembuh, satu pekan kemudian Alisha terpapar virus cacar air. Dua hari setelah melihat kulit yang 'melenting', kami ke dokter. Sepenglihatan kami, Alisha masih ceria, tidak rewel seperti saat dia sakit. Dan dengan perabaan pun, Alisha pun tidak berasa panas. Tetapi saat di dokter, ternyata suhunya 38.1 dercel menggunakan termometer ketiak, dan 38.6 dercel menggunakan termometer telinga. Waduh... Dokternya pun takjub, karena Alisha masih lincah. Barulah keesokan harinya Alisha rewel, dan dua hari kemudian maunya digendong, kolokan.

Tidak sampai di situ ujian Alisha, mungkin karena bentol-bentol cacarny agatal, ia iseng menggaruk-garuk. Walhasil, bentolnya tumbuh lagi, paling banyak di wajah dan di kepala. Bentuk bentolnya matang, seperti bisul. Melihatnya kasihan, Alisha tidak mau tidur telentang, tidurnya tiarap seperti Superman, satu tangan  lurus ke depan ditindih tubuhnya. Dan kami ke dokter lagi. Kata dokter, kalau cacar, harusnya bekas bentolnya sudah hilang dalam waktu dua belah hari. Bentol yang masih matang ini suspectnya adalah bakteri dari tangan Alisha yang suka garuk-garuk. Mungkin tangannya kotor, ia menggaruk bentolnya, dan jadilah bentolnya meluas dan semakin matang.

Berbeda dengan Mas Azka, Mas Azka sekitar sepuluh hari sudah fit, bentolnya pun cenderung bersih. Karena Alhamdulillah Mas Azka nurut untuk tidak menggaruk bentolnya. Kalau demamnya sama juga sih, sempat panas tinggi sekitar dua hari.

Mudah-mudahan Alisha segera membaik setelah diberi obat untuk bakterinya, untuk gatal, dan salep.

Oh ya, ini dia wajah anak cantik Bunda Abi yang lagi bentol.


#NulisRandom2015 #Day16

Monday, 15 June 2015

Rapot Azka

This is the story :)

Tahun ajaran ini, adalah tahun kedua Azka di TK B. Ya, memang Bunda, Abi, Azka,  dan guru-guru di sekolah Azka sepakat untuk mengulang TK B Azka, sehingga masuk SD nya nanti berusia tujuh tahun kurang. Pertimbangan ini dikarenakan melihat karakter Azka yang belum matang di tahun lalu, dan belum siap untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih serius.

Hari Ahad kemarin, adalah pembagian rapot. Dan hasilnya... Subhanallah, Alhamdulillah, Azka berkembang jauuuhhh lebih baik daripada tahun sebelumnya. Hampir semua deskripsi perkembangannya ber-status BSB atau berkembang sangat baik. Dan yan lebih menggembirakan, hafalannya Azka excellent, baik surat, hadist, maupun bacaan shalat. Padahal kalau kata Bu Ima (guru kelas Azka), saat sesi murajaah, Azka terkadang terlihat kurang menyimak Bu Guru, Tapi ternyata tipikal Azka adalah auditori, yang dengan menderngar, sudah bisa langsung ingat.

Hasil pembahasan dengan Bu Ima (guru kelas Azka), bahwa ternyata untuk anak-anak, seiring berjalannya waktu, maka karakter-karakter seperti tanggung jawab, percaya diri, leadership, itu akan muncul. Hi..hi.. Bunda jadi ingat, waktu awal-awal TK A, Azka ga enjoy di kelas sama sekali. Bunda saking paniknya malah mensurvey ke TK lain yang mungkin cocok. Jadi waktu TK A, Azka sukanya sendiri, main di luar, main pasir, dan lain-lain, Dia tidak senang bergabung ke dalam kelas bersama teman-teman. WOrk sheet nya pun kebanyakan kosong, walaupun ada beberapa yang diisi tetapi ada catatan 'Dibantu Bu Guru'. Hi..hi.. Bunda sempat galau, bingng, kenapa sih Azka ga sama seperti anak-anak lain, yang mudah masuk kelas, mengikuti aktivitas kelas, dan lain-lain.

Ah.. ternyata dua tahun setelahnya terjawab. Usia. Ya... usia yang matang akan memunculkan sendiri semua karakter itu.

In sya Allah tahun pelajaran ini Azka akan masuk SD. Bu Guru di sekolah dan Bunda juga, serta Abi, lebih yakin jika saat masuk SD ini Azka akan lebih mudah beradaptasi dan enjoy mengikuti seluruh aktivitas di kelas. Amiin,

Apapun sekolahnya, yang paling penting adalah Azka cinta ilmu, senang belajar, senang bertanya banyak hal, dan senang mencari tahu tentang segalanya. Dan, apapun bentuk pembelajaran yang dia senangi, yang terpenting adalah Azka menjadi muslim yang bertaqwa pada Allah SWT. Amiin.

#NulisRandom2015 #Day15
Powered By Blogger