Wednesday, 6 December 2017

Azka 'Belajar' Membaca

This is the story :)

Sekita satu bulan terakhir ini Bunda 'mewajibkan' Azka membaca buku. Buku Rasulullah Teladan Utama. Tujuannya adalah agar menumbuhkan kebiasaan membaca. It's ok dipaksa, daripada tidak mengerjakan sama sekali. Untuk penyemangat, ada iming-imingnya. he..he..

Tadi malam Azka sudah sudah menyelesaikan jilid 1 buku RaTU. lalu Bunda coba mereview. Apa isi cerita bukunya? Satu hal yang paling Azka ingat. Ternyata oh ternyata... Azka masih sangat perlu belajar memahami isi bacaan. Karena ternyata saat ini Azka baru lancar membaca, dan belum bisa mengambil pemahaman dari teks yang ia baca.

Ok, no problemo. Bunda pun mengalaminya. Bahkan hingga dewasa, membaca buku Hillary Manthel pun saat ini masih menjadi 'perjuangan' untuk Bunda memahami isinya. he..he.. It's ok... We have lot of time to learn.

Daaannn... solusinya adalah,,, metode membacanya berubah.
1. Azka akan membaca halaman buku yang ia baca.
2. Setelah itu ia akan lapor Bunda, halaman mana yang ia baca.
3. Bunda akan membaca halaman tersebut.
4. Bunda akan bertanya pada Azka, apa yang Azka pahami dari halaman yang ia baca.
5. Jika belum paham, Azka diberikan waktu lagi untuk membaca halaman tersebut.
6. Bunda akan bertanya lagi, apa yang Azka pahami dari halaman yang ia baca.
7. Bunda akan berdiskusi dengan Azka tentang halaman yang sudah dibaca. Dan membantu menceritakan / retell lagi.

Semoga keterampilan membaca Azka semakin baik.

Dede Ncha gimana?
Dede Ncha baca Balita Berakhlak Mulia. Boardbook.
Dia suka tokoh Ayu. Dibolak balik gambarnya, dimain-mainkan bukunya. Ha..ha..
Dan setelah bosan, dia akan bilang, "Dede kan udah baca buku."




Tuesday, 11 July 2017

Satu Dekade

In sya Allah 1 Desember nanti usia pernikah Bunda dan Abi genap sepuluh tahun. Alhamdulillah.... sepuluh tahun dalam mitsaqan ghalizha dan tetap menyempurnakan separuh diin dengan selalu berupaya menjadi hamba Allah yang bertakwa, in sya Allah.

Sepuluh tahun... Betapa berlimpah rizki yang Allah berikan. Semoga kami telah mensyukuri semua nikmatnya, dan tidak sedetikpun menjadi kufur. Aamiin.

Sepuluh tahun... Kami menyebutnya mature. Alhamdulillah ujian rumah tangga dari Allah telah kami 'kerjakan'. Ada yang lulus (seiring berjalannya waktu), ada juga yang kami masih mengerahkan daya upaya untuk menyelesaikannya.

Sepuluh tahun... Kami menyebutnya dini. Karena perjalanan untuk merengkuh pahala dari proses berumah tangga masih panjang. Ilmu yang kami butuhkan pun masih banyak bertebaran yang musti kami tangkap.

Sepuluh tahun ... Cinta yang dirasakan sudah bukan level seperti anak kampus yang da dig dug saat pacaran. Cinta kami adalah mengapresiasi untuk setiap perbuatan baik yang Allah ridho, dan mengingatkan untuk kelalaian yang kami lakukan.

Sepuluh tahun... Ingin rasanya pamer ke sosmed tentang cinta ini. But we found that it's hard for us to be narsis. Bukannya sweet malah jadi 'cuiihh' ekspresi kenorakan gitu kayanya. Ha..ha..

Sepuluh tahun ... Moga Allah menganugerahkan sehat lahir batin untuk kami dalam menapaki dekade dekade selanjutnya.

Aamiin

#7DaysWritingChallange
#Day2

Monday, 10 July 2017

Lempar Yang Jauh

Dalam suatu meeting tentang target penjualan, seorang manajer mengutip pendapat Steve Jobs. Untuk meraih target, lemparkan saja sejauhnya. Nanti manapun kamu sampai, berarti itu targetmu yang tercapai.

Pemikiran ini cukup terekam di benak Bunda. Jujur saja, terkadang Bunda melontarkan statement yang bikin sesuatu terasa sempit. Contoh.... kalau lihat acara talkshow fashion di televisi yang kemudian menayangkan outfit yang dipakai oleh model beserta harganya, ceplosan spontan biasanya begini, "Ih.. blus aja mahal banget. Di ITC bisa dapet dua.". Ha..ha.. Itu dulu. Sekarang mah berubah. Kalo lihat barang mahal, Bunda akan dengan spontan bilang, "in sya Allah aku akan beli blus itu. Bagus.".

Dan itupun Bunda berlakukan ke cara pandang Bunda dalam keinginan Azka memiliki lego asli. Biasanya Bunda bilang, "Mahal ah... beli yang di pasar malam aja.". Sekarang, Bunda ucapkan dan afirmasikan, "in sya Allah Bunda akan belikan lego asli kereta yang satu set yang hargany sekian sekian.".

So... silakan bermimpi, bertarget. Pencapaian mimpi itu prerogatifnya Allah. Tugas kita cuma doa, ikhtiar, tawakal. Dan dengan bertarget tinggi, kita sudah meluaskan pandangan kita kan...? Kita akan optimis, menjadi kreatif, otak pun akan sibuk dengan hal positif. No time for baper things.

#7DaysWritingChallange
#Day1

Thursday, 15 June 2017

New Workstation

This is the story :)

Awal mei ini, ALhamdulillah Bunda sudah pindah ke workstation baru. Satu ruangan ada 8 orang, dan Bunda sendiri yang Ibu-Ibu. Sisanya bapak-Bapak. Bunda senang di workstation baru ini. Karena bebas asap rokok. Aiih... as simple as that kan?

Semoga Bunda lebih perform dalam menunaikan amanah dan mengamalkan skill. In sya Allah. Aamiin.

Tuesday, 30 May 2017

Berita Duka

This is the story :)

Innalillaahi wa Innailaiihi Roojiuun

Pagi ini kami ditelepon Uti, kalau Mba buyut (Ibunya Uti) meninggal dunia tadi pagi sekitar jam 3.30. Mbah Uyut memang sudah sepuh, tapi berita ini tetap saja membuat kami kaget. Pasalnya, ketika acara arisan dan munggahan tanggal 22 lalu, Mbah Uyut tampak biasa saja. Tidak sakit.

Namun ada hikmah lain untuk kami. Di acara munggahan tersebut, semua anak-anak Mbah Uyut bisa hadir. Saat kami mohon maaf satu persatu (anak / menantu, cucu, cicit), Mbah Uyut bicara panjang lebar ke masing-masing kami, Termasuk Bunda. Pada Bunda, Mbah Uyut berpesan utnuk memaafkan Mbah Uyut, orang tua yang banyak salah, dan juga minta didoakan supaya Mbah Uyut panjang umur dan bisa berlebaran. Namun Allah berkehendak lain, Mbah Uyut pagi ini pergi meninggalkan kami,

Sedih rasanya. Mengingat Mbah Uyut selalu baik sama Azka Alisha, Suka memberikan uang, seberapapun yang Beliau miliki. Beliau ingin menyenangkan cucu cicitnya.

Oh ya.... ada satu pesan yang selalu Bunda ingat dari Mbah Uyut. Beliau berkata kalau kita tidak boleh 'ngilangin' rejeki Allah. Intinya sih,,, jangan sampai kita tidak bersyukur atas apapun nikmat yang Allah kasih. Misalnya, salary kita di perusahaan adalah Rp. X. Jangan sampai kita berkata... Gaji Rp. X mah ga cukup buat a, b, c. Nilainya kecil.Tidak boleh seperti itu. Seberapapu, kita syukuri. Di Al Quran pun sudah difirmankan Allah bahwa siapa yang  bersyukur, akan ditambahkan nikmatnya. Aamiin.




Thursday, 18 May 2017

Shocked

This is the story :)

Astaghfirullah Al Azhiim ...

Bunda shocked. Saat makan siang kemaren, tanpa sengaja, seorang teman Bunda keceplosan, sehingga akhirnya bercerita mengenai tragedi selingkuh antar staf di perusahaan ini. Ada lagi cerita sesama staf yang tinggal di kos dalam satu kamar, padahal tidak ada ikatan suami istri. Belum lagi Bunda melihat sendiri betapa kedekatan seorang staf wanita dengan atasannya yang sudah berkeluarga.

Nangis....
Ingin menjerit ...
Gemetar ...

Maaf, kalau Bunda bilang ini adalah 'maksiat'. Karena memang hal-hal tersebut forbidden untuk dilakukan. Dan kesemua pelakunya muslim. Bahkan ada yang berhijab. Hiks.... Apakah separah itukah akibat yang ditimbulkan dari interaksi intens selama delapan jam sehari di kantor? Apakah norma malu memang sudah tidak berlaku lagi di perusahaan ini, as along as si pelaku achieve terhadap prestasi kerjanya?

Issue ini menjadi pembicaraan Bunda dan Abi untuk benar-benar memikirkan kemungkinan Bunda untuk resign. Ngerinya banyak banget.... Apa hukumnya membiarkan kemaksiatan di depan mata alias tidak melaksanakan nahi munkar? Dan sebelum itu terjadi, berapa banyak kemungkinan celah untuk timbulnya kemaksiatan tersebut terjadi? Let's say ... meeting bareng, dinas luar bareng, dan lain-lain. Aah... jika memang ini adalah pintu-pintu atau celah terjadinya hal tersebut dan fitnah-fitnah lain, maka bisa disimpulkan bahwa :
1. There's no other way ... siapapun itu, pria ataupun wanita, single ataupun berkeluarga, banyak dzikir, jaga hati, jaga pandangan.
2. Jikalau memang pilihan bagi kaum wanita untuk menjemput rizki dari rumah sangat memungkinkan, maka mungkin ini adalah pilihan terbaik. Tiap keluarga memiliki pertimbangan dan keputusan yangberbeda. Apapun itu, kita sebagai 'outsider' harus menghargai.

Bagaimana keluarga Bunda...?

Well... Kami dalam pembahasan dan doa yang sungguh-sungguh untuk minta ketetapan hati untuk sebuah keputusan besar. Mohon doanya agar apapun keputusan yang kami jalani nanti, adalah didasari dengan niat yang lurus, dimudahkan implementasinya, dan berkah untuk semua. Aamiin,

Wednesday, 3 May 2017

The Aftrenoon Adventure

This is the story :)

Tulisan ini sudah lama diposting, tapi ternyata salah lapak. Bunda salin lagi tulisan yang dibuat tanggal 12 April 2017.

Kemarin sore hujan deras membasahi area Pejaten, Deptan, Bambu Apus, lanjut sampai rumah. Petir pun nggak kalah kepengen pamer cahaya. Wheeww....  Dan kemaren, adalah adventure ala ala Bunda dan Abi. yang membuat kami jadi tertawa.

Battle No. 1
Ciyeeh... berasa ala Takeshi Castle kali yee...
Di pinggir tol Jati Warna, genangan air sukses membuat motor ngeri untuk melewatinya. Mobil pun, jalan pelaaaannn sekali. Akhirnya, Bunda dan Abi menyeberangi jalan lewat jembatan motor. Iya, yang ini ...

Sumber Gambar di Sini

Saat naik, Bunda turun dari motor. Ngeri membayangkan motor dalam keadaan naik, sedangkan di belakangnya ada penumpang yang bobotnya sekitar 67% dari bobot pengendaranya. Halahhh... Jadi, Bunda naik tangga di sisi kanannya, Abi naik motor ke atas jembatan. Alhamdulillah sukses sampai atas. 

Turunnya.... he..he.. skenario berubah. Bunda tetap boncengan sama Abi. Dan meluncurlah motor itu menuruni jembatan. Lafaz basmalah terus Bunda ucapkan. Bunda cengkeram erat jaketnya Abi untuk berpegangan. Asli seperti membayangkan naik halilintar. Dulu waktu masih gadis unyu-unyu sih berani naik halilintar. Kalau ga ngantri malah bisa naik lagi. he..he.. Tapi sekarang, aduuh... lambaikan tangan ke kamera, 


Battle No. 2
Lokasinya menjelang Masjid Nurul A'la, Jl Wibawa Mukti. Tinggi genangan air mencapai footstep motor. Bisamillah, kami terabas jalan itu. Di tengah genangan, mesin udah mulai 'berat'. Terbayang juga air yang masuk ke knalpot, bisa mengakibatkan mogok. Ditambah sisi kiri kami, ada angkot yang mogok. Wuih... makin dramatis suasananya. lebaayy. Dan Alhamdulillah motor kami bisa menerabas genangan air yang lumayan tinggi itu. 

Bagaimanapun, hujan itu berkah. Allahumma Shayyiban Naafi'an. Banjir, longsor, dan lain-lain, tanyakan pada kita, manusia. Apa yang sudah kita buat untuk alam ini? 


Powered By Blogger