Tuesday, 27 December 2011

Afternoon Sickness

This is the story :)

Adalah wajar kalau hamil trimester pertama mengalami morning sickness,  alias huwek-huwek muntah ga jelas di pagi hari. Tapi kalo sickness nya sore-sore gimana? wajar juga sih. he..he.. cuma namanya aja yang ga keren, bukan morning sickness, tapi afternoon sickness.

Lalu kalo lagi huwek gitu, apa yang dilakukan Abi? well, abi cuman nyengi2 ngetawain Bunda. Mungkin menurut Abi lucu kali ya, atau wajar ajah, ngikutin trend orang hamil muda, ikutan huwek-huwek.

sudah dulu ya.. lagi males ngapa2in, bahkan juga males nulis. :)

Cars

This is the story :)

Ahad kemaren kami bertiga nonton cars the movie di TV. Tujuannya sih nemenin Azka ajah, ga terlalu wandering sama jalan ceritanya. Eh ternyata.. Bunda dan Abi yang jadi penonton setia, dari awal sampe akhir film.

btw, ini kan film lama ya. he..he.. tapi bunda baru bahas ini sekarang.

Menurut Bunda, film cars ini moral of storynya keren banget.


Friday, 23 December 2011

Different Thing Grows the Love

This is the story :)

Sebelumnya bunda berfikir bahwa ini adalah kekurangan abi, tapi sekarang bunda melihat ini sebagai kelebihan abi yang jaaarrraaanng banget dimiliki orang lain.

Menurut Bunda Abi itu thinking out of the box,  low risk manajemen. he..he.. Jadinya, Abi menjalani hari-harinya dengan sangat easy going, bersemangat, penuh kesyukuran. He never bothers what will happen on the next day. He;s just running things he can right now, at the best portion. Subhanallah ya.. Ke depannya seperti apa, Abi menyerahkan ke ALLAH, dan yakin ada jalannya.

Ini yang beda 180 derajat sama Bunda. Bunda (berkali-kali Bunda cerita di posting2 sebelumnya) suka mengkhawatirkan hal-hal yang akan terjadi di depan.. Padahal belom tentu kejadian. Udah gitu yang dibayangin adalah hal-hal yang risky.

Terkait dengan rencana 2012 ini, insya ALLAH agenda besar keluarga kami adalah ..pindah rumah, lahiran adiknya Azka, sekolahin Azka. wouuw kelihatannya those all 'ribet' things to be done yah. ha..ha.. Tapi ngga buat Abi. Abi melihat semua hal itu dengan posistif. Semuanya adalah episode baru yang seru, dan semua adalah pintu-pintu rizki (apapun bentuknya).

hayooo songsong 2012 dengan optimis, cool, confident, dan pastinya tawakal.

Wednesday, 21 December 2011

Preggers

This is the story :)

Setelah abostus spontan complete lalu, Alhamdulillah sekarang Bunda jadi 'preggers'lagi, alias hamil lagi. he..he..

Kalo mo dibanding-bandingkan, hamil yang ini sama hamil Azka rasanya beda.
Hamil Azka
1. Usia bunda 27 tahun
2. Badan masih fit dan langsing
3. Ga morning sickness sama sekali. cuek beybeh
4. Perhatian banget sama makanan. Terutama asupan sayur, buah, dan susu.
5. Ga ada kepengenan makan / minum sesuatu.

Hamil Sekarang
1. Usia bunda 31 tahun
2. Starting berat badannya di n + 6 (kg). n = berat badan awal waktu hamil Azka.
3. Morning n afternoon sickness, apalagi kalo lagi laper. ga sampe jackpot sih, cuma bunyi 'huweekkk' gitu.
4. Cenderung makan yang membuat Bunda nyaman. Tapi teteup... ga makan mie instan, minimize msg, mentah2, bakar2an. Susu sejauh ini susu UHT yang (menurut bunda) rasanya lebih seger daripada susu hamil.
5. Ada kecenderungan pengen makan yang seger (gurih, berkuah, berkaldu) dan minuman yang manis.

Moga-moa, apapun style hamilnya, Bunda dan baby diberikan kesehatan dan lancar di persalinan nanti, dan mudah mengasuh dua buah hati rejeki ALLAH ini. amiin.

Monday, 19 December 2011

Hati dan Berhitung

This is the story :)

Alhamdulillah, Sabtu 17 Desember 2011 lalu Abi dan Bunda sudah terima kunci untuk rumah pertama kami yang lokasinya di Puri Duren Asri 4, Jati Asih Pondok Gede.

Setelah ini, rencananya adalah mengisi barang-barang rumah tangga, lalu pindah. 

Ada yang pro dan kontra mengenai Bunda dan Abi membeli rumah. Kalo orang tuanya Abi, sangat pro, malah meng-encourage, dan cukup memberikan bantuan finansial pada kami. Kalo orang tua Bunda (akung n Uti) yang agak kontra. Karena mereke menginginkan keluarga Bunda menempati rumah mereka yang di Pulo Gebang.

Rumah, untuk sebuah keluarga adalah sesuatu yang urgent. Feel nya beda antara rumah sendiri dan rumah orang tua, walaupun mungkin, rumah orang tua lebih besar, fasilitas sudah lengkap, dan lain-lain. Tapi menurut kami, rumah sendiri adalah ada berkah di dalamnya. Ada kenyamanan yang tidak bisa ditakar dan diukur dengan hitung-hitungan matematis. Ya.. walaupun juga ada ujiannya tersendiri sih, misalkan ... yang biasanya cuek ngurusin dapur (beras, gas, dll) kalau sudah rumah sendiri harus aware terhadap masalah-masalah itu. Dan justru di situ letak pembelajarannya. Pembelajaran untuk dewasa, mandiri, dan tentunya.. bertanggung jawab.

Insya ALLAH setelah menempati rumah baru, ada wacana Bunda akan resign dari kantor. Untuk masalah ini, sejujurnya Bunda suka up and down.Satu sisi Bunda pengen full mengurus rumah, anak, dan Abi. Di sisi lain, Bunda termasuk orang yang dibesarkan dalam pemikiran 'risk manajemen' yang tinggi, alias sering dibayang-bayangi rasa worried yang rada lebay. Efeknya, Bunda suka berfikir 'saya harus mempersiapkan sesuatu untuk masa depan, untuk berjaga-jaga.'. kalau Bunda resign (asumsi tidak berpenghasilan), Bunda ada kekhawatiran ada perasaan ketidaknyamanan yang diakibatkan egoisme dan konsumerisme Bunda.

Solusi yang (rasanya) tepat untuk kendala ini adalah... Bunda tetap musti punya penghasilan di rumah. Bunda sudah terfikir ada beberapa bidang yang di dalamnya Bunda bisa berkarya. Deep inside my heart, Bunda insya ALLAH yakin itu pilihan tepat, karena Bunda suka bidang yang akan dijalani itu.

Mengenai rencana Bunda resign dari kantor, Abi sudah mantap akan rencana ini. Tapi kalau ditanya kapan, Abi jawabnya 'kalau situasi sudah kondusif'. Definisi kondusif itu apa, Abi ga men-state secara kuantitatif.  Abi hanya bilang ya... kalo semua sudah siap. Nah, di sini hikmahnya Bunda dan Abi jadi spouse (cieh...) Bunda yang melengkapi definisi kuantitatifnya.

Anyway.. sekarang kita jalanin semuanya dengan optimis, ceria, dan yakin bahwa episode baru insya ALLAH akan memberikan semangat baru dan berkah yang lebih besar dan banyak untuk semua pihak. amiin.

Wednesday, 14 December 2011

Meracau

This is the story :)

Ada kebiasaan lucu Azka yang Bunda melihat ini sebagai sesuatu yang 'unik'. Azka suka secara sengaja mengubah suatu kata yang sudah pakem.
Misalnya niyh...

Lagu Kereta Api
Versi asli : Naik kereta api.... ke Bandung, Surabaya, dst ...
Versi Azka : Naik kereta api.... ke Bandung, ke jalanan, dst ...

Doa Mau Makan
Versi Asli : Allahumma Bariklanaa Fiima Rozaqtana wa Qina Adzaabannaar
Versi Azka : Allahumma Bariklanaa Fiima Rozaqtana wa Qina Adzaabannii

Semakin kita shock dengan kesalahannya, dia semakin seneng (carper banget deyh...)


Terus ada lagi kata-kata yang lain :
susu anget --> koko angket
uhuk uhuk (menirukan bunyi batuk) --> otob-otob
Akung --> Bapak Akung (penggabungan, Bunda manggil Akung dengan Bapak, Azka manggil Akung dengan Akung, digabung jadi Bapak Akung)
Abi --> Bang Abi (penggabungan, Abi suka manggil Azka dengan Bang Azka dalam rangka mempersiapkan Azka jadi kakak, digabung jadi Bang Azka)
Aunty --> Amte

Kadang Azka juga meracau bababap atau kukuku.. atau ngoceh macam apalah semau dia.

PR nya adalah... mengarahkan dia untuk meracau ke hal-hal yang baik. Misal : mengulang hafalan surat al fatihahnya lagi, atau menambah hafalan suratnya.

Thursday, 10 November 2011

Belum Jadi Punya Adik

This is the story :)

30 Oktober tahun ini usia Azka genap 3 tahun. Menurut Bunda dan Abi, usia ini sudah cukup rasanya Azka untuk memiliki Adik. Kami pun berikhtiar. Bulan Juli 2011, Bunda lepas IUD.

Lalu, di bulan Oktober, Bunda tidak mendapatkan menstruasi lagi. Alhamdulillah melalui testpack di hari Sabtu, 29 Oktober 2011 hasilnya positif, atau Bunda hamil.

Untuk memastikan, hari rabu tanggal 2 November 2011 kami periksa ke Dr. Dwi Rasyanti SpOG. Melalui USG Transvaginal, Alhamdulillah hasilnya positif.

Kamis keesokan harinya, Bunda ngantor seperti biasa. Bersama Abi, naik motor. Siangnya di kantor Bunda keluar flek coklat, tetapi sedikit sekali. Bunda ignore hal tersebut. Sorenya Bunda dan Abi sebelum pulang ke Supermarket, membeli susu Azka.

Lalu... Menjelang maghrib, masya ALLAH, ternyata bunda keluar flek pendarahan seperti haid. Malamnya pun berlanjut seperti itu.

Jumat pagi, Bunda memutuskan ke dokter. Diagnosanya adalah abortus imminen. hari itu, Bunda berlinangan air mata. Sedihhh banget. Bunda diresepkan obat progesteron, obat berbentuk peluru, yang penggunaannya langsung dimasukkan ke (maaf) vagina atau rectum.

Bunda bedrest... Tapi pendarahan tak kunjung berhenti. Bunda dan Abi udah pasrah. Ga tau cara mempertahakannya gimana. Perut masih kram juga..

Selasa, 8 November 2011 Bunda cek lagi ke dokter. Setelah di-USG transvaginal, kantong rahimnya sudah tidak ada... Bunda mengalami abortus spontan complete. Masya ALLAH, sedihnya macem-macem. Sedih karena kehilangan, sedih karena merasa bersalah karena careless menjaga rahim, sedih karena mungkin ga bisa menjaga emosi, kurang banyak berdoa, dll.

Dari sini, Bunda lebih bisa memaknai bahwa anak itu adalah rejeki. Rejeki karena ibunya diberi kesehatan fisik dan psikis dari ALLAH, janinnya diberi kekuatan, dan rejeki.. ALLAH yang memberikan penjagaan yang sempurna dan paripurna untuk janin tersebut.

Ya ALLAH, ampuni kami ... Kami pasrahkan semuanya padaMu. Amiin.

Powered By Blogger