Thursday, 19 December 2013

Manajemen ASI Perah Ibu Bekerja

This is the story :)

Tulisan ini adalah rangkuman, mungkin ada sedikit tips dari Bunda dari 2x pengalaman menyusui anak sambil bekerja. Well, sebenernya sih, saat ini Alisha juga belum lulus ASI eksklusif, karena usianya baru 4 bulan. Tapi ga papa, Bismillah, mudah2an Alisha lulus ASI eksklusif sampe 6 bulan.

First of all, untuk memberikan ASI sambil bekerja, yang dibutuhkan adalah :

1. Niat memberikan ASI adalah karena menunaikan hak untuk anak.
Jangan niat karena trend, karena idealisme biar anak sehat, karena idealisme takut dianggap ibu yang tidak baik jika tidak memberi ASI, dll. Jadikan hal yang baik adalah sebagai bonus pemberian ASI.

2. Niatkan ibadah
Insya Allah pemberian ASI mengandung pahala kebaikan.

3. Siapkan mindser.
Tanamkan di otak bahwa wanita sudah di-design oleh Allah untuk bisa hamil, melahirkan, dan maka bisa merawat naka, termasuk di dalamnya pemberian ASI. Dan ASI yang diproduksi pasti (lebih dari) cukup untuk anak.


Nah, itu hal-hal basic...
Insya Allah lanjut ke hal-hal teknis yah. mau ngupdate kerjaan dulu.

Monday, 22 July 2013

Latihan Nginep Sendiri

This is the story :)

Sabtu lalu Azka dijemput Akung untuk menginap di Cakung. Ini kali pertamanya Azka nginep tanpa Bunda dan Abi. Ada was-was sih, rewel ga ya Azka di rumah Akung. Sekitar jam 3, meluncurlah Akung, Azka, dan Rusyda (sepupunya Azka) ke rumah Akung.

Si mba di rumah nanya gini, rewel ga ya Azka, trus Bunda jawab.. ga papa, latihan. Maksudnya latihan mandiri, ga selalu ditemani Bunda / Abi. Abi sih santai-santai aja. Yang penting anaknya happy.

Lalu apa yang terjadi ...?
Belum ada sejam, Bunda ngerasa sepiii banget di rumah. Ga ada yang teriak-teriak, reqeust ini itu, dll.Sore menjelang maghrib, karena ga tahan, Bunda telepon ke rumah Akung, Rusyda yang menjawab telepon. Azka lagi main, ngobrol di telepon sama Bunda juga ga lama, keburu pengen main.

Malemnya, menjelang tidur, Bunda telepon lagi. Kali ini yang jawab Rusyda juga. Tapi bedanya kali ini Azka ga mau ngomong, dia lagi main di kolong kursi. What $^%$#^%$???? Ok deyh... yang penting dia nya ga rewel.

Pagi hari sekitar jam 7.30, karena iseng juga, Bunda telepon rumah Akung. Azka dan Rusyda belum ada yang mau mandi. Semuanya masih main. Ha..ha..  AKhirnya mereka mandi agak siang, sarapannya jam 10.

Walah.. kalo gini polanya bukan Azka yang latihan, tapi Bunda yang latihan kalo Azka ga di rumah. Hiks... Ternyata ya.. walaupun Azka ada di rumah dan sering Bunda ga sabaran alias esmosi jiswa, ternyata yang begitu itu yang bikin kangen. Cranky nya, kolokannya, jerit-jeritnya. ha..ha.. Pun tak lupa sun sayangnya Azka buat Bunda dan dede bayi di perut.

what an adorable boy.. :)

Tuesday, 16 July 2013

Omprengan dan Kapitalisme

This is the story :)

Wuidii... judulnya berat banget, berasa lebay deyh. ha..ha..

Gini konsepnya : esensi kapitalisme itu, siapa yang punya duit dia yang akan  merasakan kenyamanan lebih kan ya.. (definisi Bunda yang ga ada rujukan dari mana-mana. .he..he..).

Nah, begitu juga omprengan. Mostly, omprengan men-setting jumlah total penumpangnya ada 12 orang.
2 orang di depan
4 orang di kursi tengah
6 orang kursi belakang (kursi yang menghadap menyamping).

Masing-masing tarifnya Rp. 13.000

Tapi kalo mau nyaman, misalkan di depan sendiri, maka dia harus merogoh koceknya Rp. 13.000 x 2 orang (karena dia menduduki seat untuk 2 orang).

kalo mau irit, ya ambil seat belakang aja selalu, Rp. 13.000 per orang, dengan rasa toleransi yang besar karena duduknya dempeeetttt banget. sekali duduk susah untuk  gerak-gerak / ubah posisi.

Nah... jadi, rumus siapa yang berduit dia yang mendapat kenyamanan, berlaku di omprengan. Beda hal nya dengan bus. Mau duduk di deket jendela, deket gang, berdiri, tarifnya semua sama.

So, mana yang adil kalo  gitu? he..he..

Tulisan setelah pagi ini kali pertama duduk di seat depan mobil omprengan sendiri, dengan tarif 2x lipat dari biasa. ha..ha..ha.. Dan kemudian Abi mengusulkan untuk besok naik busway (hadewwww).


 

Monday, 15 July 2013

1 Thing U Will Mis If Having a Khadimat

This is the story :)

Sering deyh denger Ibu-Ibu komentar :

'dirimu enak, ada pembantu, bla-bla-bla (rada berkeluh dengan pekerjaan rumah tangga yang ga ada habisnya).
Well, kita lihat ya... semua hal kan kaya dua sisi mata uang, ada kelebihan ada kekurangan.

Yang ga ada pembantu, ya 'ga enaknya' super duper cape ngerjain kerjaan rumah sendiri.
TAPI enaknya.... masih punya sesuatu yang namanya PRIVASI. Apalagi kalo rumahnya model imut-imut.

Nah, ada pembantu, enaknya ya... kita ga direpotin dengan kerjaan rumah tangga he..he... Cuma, PRIVASI nya ga kejaga. Satu atap, pasti tau habit-habit kita, bahkan yang jelek. Nah, kalo cuma cukup tau aja sih yo weis lah,, namanya kita juga manusia biasa, biar kata udah berkeluarga teteup kelakuan childish kadang masih ada. CUMA kalo itu di-broadcast ke luar, waduhh... ga enak aja siyh.

Ah, tapi semoga moga Allah menutupi aib kami. Amiin.




Ramadhan Day 6

This is the story :)

Alhamdulillah kami memasuki bulan Ramadhan. Sekarang sudah menginjak hari ke-6.

Bunda ga shoum, dan memang ada rukshah / keringanan untuk bumil, busui untuk tidak berpuasa, tapi digantikan dengan fidyah.

Hari ke-2 Bunda coba shoum, setelah sebelumnya dibolehkan oleh obgyn untuk shoum, dengan catatan saur dan buka puasanya harus bagus (makan banyak, gizi lengkap --> ada sayur, protein, susu, buah). Bunda coba atus, jam 3 udah bangun untuk minum susu dulu. Kemudian jam 4 kurang Bunda makan nasi, jam 4.30 makan buah. DI kantor Alhamdulillah baik-baik aja. Dan Subhanallah, Bunda ngerasa sendawa dan buang gas terus. ha..ha.. note : Bunda ada gangguan dengan asam lambung tinggi.

Tapi, pas sekitar jam 3, dimana Bunda pulang naik busway ke tempat janjian sama Abi, aduh.... itu kliyengan banget. Mau shalat di tempat janjian aja rasanya lemeeess banget. Mata juga dah kunang-kunang. Hiks.. :( . Tapi Alhamdulillah hari itu Bunda bisa shoum juga smpai berbuka. Setelah berbuka, Bunda masih merasa lemes, dan ada slight pusing gitu. Wah... selanjutnya Bunda diskusi sama Abi, dan keputusannya rasanya lebih aman jika Bunda tidak puasa.

Selain itu, dr. obgyn Bunda menyarankan agar Berat badan Bunda dinaikkan sekitar 2 kg sampai nanti melahirkan. Maklum, Bunda baru naik 4 kg.

Mudah-mudahan semua sehat ya... Bunda, baby, dan persalinannya bisa lancar semuanya. Amiin.

Thursday, 23 May 2013

Ramadhan Sebentar Lagi

This is the story :)

Sekarang udah masuk pertengahan Rajab, Insya Allah 1.5 bulan lagi akan masuk Ramadhan. Semua muslim bersuka cita, karena rahmat dari Allah yang bertabur, dan doa-doa yang diijabah, serta dosa-dosa yang kita minta untuk diampuni.

Ramadhan tahun ini adalah 1 tahun juga Alm. Althaf hadir dan langsung pergi dari kehidupan kami. Bunda hanya mengecupnya sebentar, karena emosi Bunda yang masih labil waktu itu, nangis sesenggukan. ngomong udah ngaco, dll.

Ya Robb, NabiMu juga ditinggalkan oleh putranya. Beliau berkata mata boleh menangis, tapi bicara harus tetap sesuatu yang diridhoi Allah. Maafkan Bunda ya Robb, bukan ga ikhlas,,, air mata ini sealu jatuh jika mengingat Alm Althaf , karena sifat manusiaku yang dhoif Ya Robb.

Untuk Klaim Nunggu Masa Kepesertaan? Hadeeh...

This is the story :)

Sorry to say sebelumnya, di otak Bunda kalo ada hal-hal yang berhubungan sama instansi pemerintah, itu yang ada adalah 'ribet, susah, dll yang negatif.'

maaf ya... udah rahasia umum pula toh?

Oh ya, kali ini mau ngegosipin jamsostek.

Jadi, kalo kita kerja di perusahaan, ada (kalo ga salah) 2% gaji  kita dipotong untuk jamsostek. Dan itu bisa di-klaim saat kita resign. CUMAAA... kenapa musti dibikin peraturan bisa diklaim minimal masa kepesertaan 5 tahun?  Kalo misalnya model kutu loncat yang 2 or 3 tahun kerja pindah gimana? Lagian kan itu hak karyawan, kenapa juga ditahan-tahan harus nunggu kepesertaan 5 tahun 6 bulan?

Hm... ada yang tau alasannya kenapa?


Powered By Blogger