Friday, 20 July 2018

Alisha Sekolah

This is the story :)

Alhamdulillah menjelang usianya yang lima tahun, Alisha masuk sekolah  TK. Kami daftarkan Alisha ke TK Nisrina, tempat Azka sekolah dulu. Alasannya adalah.... kami melihat guru-gurunya sangat kooperatif dan paham anak-anak. Tidak pernah memaksa agar seorang anak melakukan suatu aktivitas, bahkan pada anak yang agak sulit pun, yaitu Azka.

Hari pertama ditunggu Bunda sampe pulang. Alisha mau berbaris sebentar, lalu sisanya main. Alisha paling senang permainan spider web. Hari selanjutnya ditunggu Mba Upi. Ini foto-fotonya.... secara random, he..he.. maklum, nulisnya di sela-sela kerjaan Bunda.

Hari ke-4 sekolah

Hari pertama sekolah. Mainan favorit : spider web.

Hari pertama sekolah : main ayunan maunya berdiri. 

Hari ke-5 sekolah : Alhamdulillah sudah mau mainjungkat-jangkit bersama teman. 


Hari ke-4 sekolah. Ini juga mainan favorit. 

Hari ke-5 sekolah di hari Jumat, latihan shalat Dhuha.

Selalu.... spider web.

Thursday, 12 July 2018

Karena ALLAH Berkehendak

Istighfar yang banyak...
Astaghfirulllah Al Azhiim

Ini kesalahan Bunda, ditulis dengan maksud mengambil ibrah.

Beberapa pekan terakhir ini Bunda aktif lagi yoga di rumah. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan tubuh yang perlu di-stretch karena gay hidup sedentaris (duduk diam dalam waktu lama). Dan Bunda juga membaca yoga memberikan efek positif lain, bahkan di level penyembuhan.

Pada suatu siang, saat makan siang bersms teman-teman, Bunda bercerita dengan bangganya bahwa beberapa ketidaknyamanan di tubuh seperti pusing, kaki pegal, hilang dengan yoga.

Keesokan harinya Bunda berlatih lagi. Tapi setelah berlatih kok Bunda ga merasa enak badannyà. Ini terkait dengan masalah digestive yang ada. It seems like I didn't get any benefit from the practise.

Daaannn.... kemudian.... Bunda  tersadar... bukan karena yoga yang membuat pusing hilang, kai pegel hilang. Tapi sejatiny karena ALLAH BERKEHENDAK menyembuhkan pusing atau pegel melalui ikhtiar yang Bunda jalankan.

Astaghfirullah Al Azhiim

Lessonnya adalah... kembalikan semua ke Allah. Anak kita sehat, anak kita pintar, kita lulus ujian, dan lain lain, bukan karena makhluk. Tapi karena ALLAH BERKEHENDAK

Mushola Deptan
Sambil nunggu Abi

Saat Abi Lembur

Kalo Abi lembur, Bunda biasanya pulang sendiri. Jalur yang ditempuh biasanya busway ke Pinang Ranti, lanjut gojek.
Tapi pekan ini... Bunda lebih memilih menunggu agak lama sedikit untuk pulang bareng Abi. Ada beberapa sebab sih....
1. Biasa pulang berdua, duduk manis di motor
2. Effort pulang sendiri lumayan (berjejalan naik bus, macet).
3. Hitungan cost nya juga beda donk... he..he..
4. Nomor 2 n 3 juga menghasilkan selisih waktu sampai rumah yang tidak signifikan.
Jadi... pilihan pulang bareng Abi yang lembur tetap yg paling optimal.
Dan ternyataahhh... walaupun Abi kasih kebebasan Bunda mau pulang duluan atau bareng, tetap ajaa... Abi lebih seneng pulang bareng Bunda. Uhuuy... sampe ada WA gini...
"Makasih yaa, udah mau nemenin aku."
Jadi tersipu euy.
Mushola Deptan, nungguin si Abi



Pekan depan setelah sepekan menunggu Abi lembur :
Bunda berasa masuk angin. ha..ha...
Hayuk lah. Kita keluarkan anginnya via yoga.

Monday, 1 January 2018

2018... Tahun Kebangkitan Keluarga

Bunda pernah baca :

Musibah yang mendekatkan hamba pada Allah jauh lebih baik daripada kenikmatan yang menjauhkan dari Allah.

Akhir tahun 2017 lalu Bunda dan Abi ditempa sebuah ujian. Ujian yang memang berasal dari kelalaian kami. Sepekan pertama kami sempat down, stress, dan tensi komunikasi antara Bunda dan Abi sempat memanas. Tapi kemudian kami sadar. Bahwa Allah memberikan ujian sepakat dengan solusi. Tugas kami sebagai hamba adalah betobat, minta diturunkan pertolongan. Kami merasa bahwa Allah menghendaki kami 'mendekat' kepadaNya lagi setelah selama ini mungkin kami lalai

Semoga tahun 2018 ini menjadi tahun kebangkitan keluarga kami menjadi keluarga yang taat pada Allah SWT. Dan menjadi keluarga yang semakin solid antara satu dengan lainnya. Aamiin.

Awal Tahun 2018.

Wednesday, 6 December 2017

Azka 'Belajar' Membaca

This is the story :)

Sekita satu bulan terakhir ini Bunda 'mewajibkan' Azka membaca buku. Buku Rasulullah Teladan Utama. Tujuannya adalah agar menumbuhkan kebiasaan membaca. It's ok dipaksa, daripada tidak mengerjakan sama sekali. Untuk penyemangat, ada iming-imingnya. he..he..

Tadi malam Azka sudah sudah menyelesaikan jilid 1 buku RaTU. lalu Bunda coba mereview. Apa isi cerita bukunya? Satu hal yang paling Azka ingat. Ternyata oh ternyata... Azka masih sangat perlu belajar memahami isi bacaan. Karena ternyata saat ini Azka baru lancar membaca, dan belum bisa mengambil pemahaman dari teks yang ia baca.

Ok, no problemo. Bunda pun mengalaminya. Bahkan hingga dewasa, membaca buku Hillary Manthel pun saat ini masih menjadi 'perjuangan' untuk Bunda memahami isinya. he..he.. It's ok... We have lot of time to learn.

Daaannn... solusinya adalah,,, metode membacanya berubah.
1. Azka akan membaca halaman buku yang ia baca.
2. Setelah itu ia akan lapor Bunda, halaman mana yang ia baca.
3. Bunda akan membaca halaman tersebut.
4. Bunda akan bertanya pada Azka, apa yang Azka pahami dari halaman yang ia baca.
5. Jika belum paham, Azka diberikan waktu lagi untuk membaca halaman tersebut.
6. Bunda akan bertanya lagi, apa yang Azka pahami dari halaman yang ia baca.
7. Bunda akan berdiskusi dengan Azka tentang halaman yang sudah dibaca. Dan membantu menceritakan / retell lagi.

Semoga keterampilan membaca Azka semakin baik.

Dede Ncha gimana?
Dede Ncha baca Balita Berakhlak Mulia. Boardbook.
Dia suka tokoh Ayu. Dibolak balik gambarnya, dimain-mainkan bukunya. Ha..ha..
Dan setelah bosan, dia akan bilang, "Dede kan udah baca buku."




Tuesday, 11 July 2017

Satu Dekade

In sya Allah 1 Desember nanti usia pernikah Bunda dan Abi genap sepuluh tahun. Alhamdulillah.... sepuluh tahun dalam mitsaqan ghalizha dan tetap menyempurnakan separuh diin dengan selalu berupaya menjadi hamba Allah yang bertakwa, in sya Allah.

Sepuluh tahun... Betapa berlimpah rizki yang Allah berikan. Semoga kami telah mensyukuri semua nikmatnya, dan tidak sedetikpun menjadi kufur. Aamiin.

Sepuluh tahun... Kami menyebutnya mature. Alhamdulillah ujian rumah tangga dari Allah telah kami 'kerjakan'. Ada yang lulus (seiring berjalannya waktu), ada juga yang kami masih mengerahkan daya upaya untuk menyelesaikannya.

Sepuluh tahun... Kami menyebutnya dini. Karena perjalanan untuk merengkuh pahala dari proses berumah tangga masih panjang. Ilmu yang kami butuhkan pun masih banyak bertebaran yang musti kami tangkap.

Sepuluh tahun ... Cinta yang dirasakan sudah bukan level seperti anak kampus yang da dig dug saat pacaran. Cinta kami adalah mengapresiasi untuk setiap perbuatan baik yang Allah ridho, dan mengingatkan untuk kelalaian yang kami lakukan.

Sepuluh tahun... Ingin rasanya pamer ke sosmed tentang cinta ini. But we found that it's hard for us to be narsis. Bukannya sweet malah jadi 'cuiihh' ekspresi kenorakan gitu kayanya. Ha..ha..

Sepuluh tahun ... Moga Allah menganugerahkan sehat lahir batin untuk kami dalam menapaki dekade dekade selanjutnya.

Aamiin

#7DaysWritingChallange
#Day2

Monday, 10 July 2017

Lempar Yang Jauh

Dalam suatu meeting tentang target penjualan, seorang manajer mengutip pendapat Steve Jobs. Untuk meraih target, lemparkan saja sejauhnya. Nanti manapun kamu sampai, berarti itu targetmu yang tercapai.

Pemikiran ini cukup terekam di benak Bunda. Jujur saja, terkadang Bunda melontarkan statement yang bikin sesuatu terasa sempit. Contoh.... kalau lihat acara talkshow fashion di televisi yang kemudian menayangkan outfit yang dipakai oleh model beserta harganya, ceplosan spontan biasanya begini, "Ih.. blus aja mahal banget. Di ITC bisa dapet dua.". Ha..ha.. Itu dulu. Sekarang mah berubah. Kalo lihat barang mahal, Bunda akan dengan spontan bilang, "in sya Allah aku akan beli blus itu. Bagus.".

Dan itupun Bunda berlakukan ke cara pandang Bunda dalam keinginan Azka memiliki lego asli. Biasanya Bunda bilang, "Mahal ah... beli yang di pasar malam aja.". Sekarang, Bunda ucapkan dan afirmasikan, "in sya Allah Bunda akan belikan lego asli kereta yang satu set yang hargany sekian sekian.".

So... silakan bermimpi, bertarget. Pencapaian mimpi itu prerogatifnya Allah. Tugas kita cuma doa, ikhtiar, tawakal. Dan dengan bertarget tinggi, kita sudah meluaskan pandangan kita kan...? Kita akan optimis, menjadi kreatif, otak pun akan sibuk dengan hal positif. No time for baper things.

#7DaysWritingChallange
#Day1

Thursday, 15 June 2017

New Workstation

This is the story :)

Awal mei ini, ALhamdulillah Bunda sudah pindah ke workstation baru. Satu ruangan ada 8 orang, dan Bunda sendiri yang Ibu-Ibu. Sisanya bapak-Bapak. Bunda senang di workstation baru ini. Karena bebas asap rokok. Aiih... as simple as that kan?

Semoga Bunda lebih perform dalam menunaikan amanah dan mengamalkan skill. In sya Allah. Aamiin.

Tuesday, 30 May 2017

Berita Duka

This is the story :)

Innalillaahi wa Innailaiihi Roojiuun

Pagi ini kami ditelepon Uti, kalau Mba buyut (Ibunya Uti) meninggal dunia tadi pagi sekitar jam 3.30. Mbah Uyut memang sudah sepuh, tapi berita ini tetap saja membuat kami kaget. Pasalnya, ketika acara arisan dan munggahan tanggal 22 lalu, Mbah Uyut tampak biasa saja. Tidak sakit.

Namun ada hikmah lain untuk kami. Di acara munggahan tersebut, semua anak-anak Mbah Uyut bisa hadir. Saat kami mohon maaf satu persatu (anak / menantu, cucu, cicit), Mbah Uyut bicara panjang lebar ke masing-masing kami, Termasuk Bunda. Pada Bunda, Mbah Uyut berpesan utnuk memaafkan Mbah Uyut, orang tua yang banyak salah, dan juga minta didoakan supaya Mbah Uyut panjang umur dan bisa berlebaran. Namun Allah berkehendak lain, Mbah Uyut pagi ini pergi meninggalkan kami,

Sedih rasanya. Mengingat Mbah Uyut selalu baik sama Azka Alisha, Suka memberikan uang, seberapapun yang Beliau miliki. Beliau ingin menyenangkan cucu cicitnya.

Oh ya.... ada satu pesan yang selalu Bunda ingat dari Mbah Uyut. Beliau berkata kalau kita tidak boleh 'ngilangin' rejeki Allah. Intinya sih,,, jangan sampai kita tidak bersyukur atas apapun nikmat yang Allah kasih. Misalnya, salary kita di perusahaan adalah Rp. X. Jangan sampai kita berkata... Gaji Rp. X mah ga cukup buat a, b, c. Nilainya kecil.Tidak boleh seperti itu. Seberapapu, kita syukuri. Di Al Quran pun sudah difirmankan Allah bahwa siapa yang  bersyukur, akan ditambahkan nikmatnya. Aamiin.




Thursday, 18 May 2017

Shocked

This is the story :)

Astaghfirullah Al Azhiim ...

Bunda shocked. Saat makan siang kemaren, tanpa sengaja, seorang teman Bunda keceplosan, sehingga akhirnya bercerita mengenai tragedi selingkuh antar staf di perusahaan ini. Ada lagi cerita sesama staf yang tinggal di kos dalam satu kamar, padahal tidak ada ikatan suami istri. Belum lagi Bunda melihat sendiri betapa kedekatan seorang staf wanita dengan atasannya yang sudah berkeluarga.

Nangis....
Ingin menjerit ...
Gemetar ...

Maaf, kalau Bunda bilang ini adalah 'maksiat'. Karena memang hal-hal tersebut forbidden untuk dilakukan. Dan kesemua pelakunya muslim. Bahkan ada yang berhijab. Hiks.... Apakah separah itukah akibat yang ditimbulkan dari interaksi intens selama delapan jam sehari di kantor? Apakah norma malu memang sudah tidak berlaku lagi di perusahaan ini, as along as si pelaku achieve terhadap prestasi kerjanya?

Issue ini menjadi pembicaraan Bunda dan Abi untuk benar-benar memikirkan kemungkinan Bunda untuk resign. Ngerinya banyak banget.... Apa hukumnya membiarkan kemaksiatan di depan mata alias tidak melaksanakan nahi munkar? Dan sebelum itu terjadi, berapa banyak kemungkinan celah untuk timbulnya kemaksiatan tersebut terjadi? Let's say ... meeting bareng, dinas luar bareng, dan lain-lain. Aah... jika memang ini adalah pintu-pintu atau celah terjadinya hal tersebut dan fitnah-fitnah lain, maka bisa disimpulkan bahwa :
1. There's no other way ... siapapun itu, pria ataupun wanita, single ataupun berkeluarga, banyak dzikir, jaga hati, jaga pandangan.
2. Jikalau memang pilihan bagi kaum wanita untuk menjemput rizki dari rumah sangat memungkinkan, maka mungkin ini adalah pilihan terbaik. Tiap keluarga memiliki pertimbangan dan keputusan yangberbeda. Apapun itu, kita sebagai 'outsider' harus menghargai.

Bagaimana keluarga Bunda...?

Well... Kami dalam pembahasan dan doa yang sungguh-sungguh untuk minta ketetapan hati untuk sebuah keputusan besar. Mohon doanya agar apapun keputusan yang kami jalani nanti, adalah didasari dengan niat yang lurus, dimudahkan implementasinya, dan berkah untuk semua. Aamiin,

Wednesday, 3 May 2017

The Aftrenoon Adventure

This is the story :)

Tulisan ini sudah lama diposting, tapi ternyata salah lapak. Bunda salin lagi tulisan yang dibuat tanggal 12 April 2017.

Kemarin sore hujan deras membasahi area Pejaten, Deptan, Bambu Apus, lanjut sampai rumah. Petir pun nggak kalah kepengen pamer cahaya. Wheeww....  Dan kemaren, adalah adventure ala ala Bunda dan Abi. yang membuat kami jadi tertawa.

Battle No. 1
Ciyeeh... berasa ala Takeshi Castle kali yee...
Di pinggir tol Jati Warna, genangan air sukses membuat motor ngeri untuk melewatinya. Mobil pun, jalan pelaaaannn sekali. Akhirnya, Bunda dan Abi menyeberangi jalan lewat jembatan motor. Iya, yang ini ...

Sumber Gambar di Sini

Saat naik, Bunda turun dari motor. Ngeri membayangkan motor dalam keadaan naik, sedangkan di belakangnya ada penumpang yang bobotnya sekitar 67% dari bobot pengendaranya. Halahhh... Jadi, Bunda naik tangga di sisi kanannya, Abi naik motor ke atas jembatan. Alhamdulillah sukses sampai atas. 

Turunnya.... he..he.. skenario berubah. Bunda tetap boncengan sama Abi. Dan meluncurlah motor itu menuruni jembatan. Lafaz basmalah terus Bunda ucapkan. Bunda cengkeram erat jaketnya Abi untuk berpegangan. Asli seperti membayangkan naik halilintar. Dulu waktu masih gadis unyu-unyu sih berani naik halilintar. Kalau ga ngantri malah bisa naik lagi. he..he.. Tapi sekarang, aduuh... lambaikan tangan ke kamera, 


Battle No. 2
Lokasinya menjelang Masjid Nurul A'la, Jl Wibawa Mukti. Tinggi genangan air mencapai footstep motor. Bisamillah, kami terabas jalan itu. Di tengah genangan, mesin udah mulai 'berat'. Terbayang juga air yang masuk ke knalpot, bisa mengakibatkan mogok. Ditambah sisi kiri kami, ada angkot yang mogok. Wuih... makin dramatis suasananya. lebaayy. Dan Alhamdulillah motor kami bisa menerabas genangan air yang lumayan tinggi itu. 

Bagaimanapun, hujan itu berkah. Allahumma Shayyiban Naafi'an. Banjir, longsor, dan lain-lain, tanyakan pada kita, manusia. Apa yang sudah kita buat untuk alam ini? 


Tuesday, 2 May 2017

Trip Bandung, Over and Over Again, and Never Get Bored

This is the story :)

Alhamdulillah....
Yippiii,,,,

Long weekend Mayday kemarin kami ngetrip ke Bandung. Sebenarnya perjalanan ini tidak direncanakan. he..he... Bunda dan Abi tadinya berencana ke pameran buku Big Bad Wolf di BSD hari Sabtunya, tapi lalu menjadi sebuah trip ke Bandung. Jadi, hari Kamis tanggal 27 April, Uti WA Bunda, tanya, libur panjang mau kemana, karena bosan di rumah saja. Langsung Bunda diskusi dengan Abi, dan Bunda tawarkan Bandung. Alhamdulillah Abi setuju. Hi..hi,. hitung-hitung menggantikan rencana ke Bandung yang batal di bulan lalu karena Azka sakit. Biasanya kalau long weekend begini, Abi rada alergi bepergian. Sudah rahasia umum, kalau long weekend, jalan tol dan tempat wisata dipenuhi plat B. Tapi kali ini.... Demi mertua tercintah, anak istri, Abi mau juga ke Bandung. he..he..

Lanjut cerita ya...

Kami berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi. Cuss jemput Akung dan Uti ke Rawa Kuning. Melihat jalan tol yang macet, kami memutuskan untuk masuk tol dari Karawang. jadi kami menempuh jalan arteri, Kali Makang - Tambung - Karawang, lalu masuk tol. Hm.... di jalan, Azka lumayan rada rewel. Kayanya sih sugestinya dia, dia khawatir kalau macet, lalu ingin pipis. Dan kejadian juga sih, setiap jam dia minta pipis. Alhamdulillah toilet mudah ditemukan sepanjang perjalanan. Kami keluar tol Pasirkoja. Biasanya keluar Buah Batu. Tapi antisipasi khawatir macet, maka kami keluar di Pasirkoja. Kami tiba di Bandung sekitar jam 13.30.

Bunda Abi numpang welfie yaahh... 

Destinasi pertama, pastilah.... Bakso Akung, di Jl Lodaya. Lapfaaaarrr sangaaatt. Apalagi Abi, yang cuma ngemil tahu bungseng selama di perjalanan. Kalo Bunda dan anak-anak mah ngemilnya ini itu. ha..ha.. Alhamdulillah tandas semua pesanan di bakso Akung. Yang paling top, so pasti si Abi. Mie ayam komplet plus es campur. Azka dan Akung masing-masing satu porsi mie ayam. Mba Upi khadimat kami tidak pesan, karena masih 'trauma' sama blenger nya Bakso Akung saat terakhir ke Bandung Januari lalu. Uti, Bunda, dan Alisha, kami join satu porsi mie ayam komplet isiannya dan satu mie ayam polos. Oh ya, di bakso Akung ini tersedia Mushola yang nyaman di lantai 2.

Destinasi selanjutnya.... Mall Trans Studio. Nggak, kami nggak belanja. Kami menepati janji pada Azka yang inginmelihat toko lego asli. Karena selama ini kami beli lego kan yang ala-ala di pasar malam. he..he.. Alhamdulillah, satu bungkus Nexo Knights dibawa pulang dan sukses bikin Azka sumrigah. by the way, di area Trans Studio ini, ada masjid yang bagus banget. Dan waktu kami ke sana shalat ashar, sepertinya sedang akan diadakan kajian. Seneng deh lihat masjid yang makmur.

Masji di area TSM
Daan... sore itu kami pulang menuju rumah Uti Akung di Antapani. Malam Ahad di rumah Uti Akung kami habiskan dengan menonton pertandingan bola. Siap-siap untuk besok pagi...

Ahad pagi, kami mencoba car free day. kami parkir di masjid Pusdai, lalu kalan ke gedung sate, cus menuju Gasibu untuk cari sarapan. Kayanya next time kalau akan car free day, cari parkirnya yang dekat ke arah sabuga kali ya. he..he.. Supaya bisa lihat berbagai aktifitas dari komunitas yang ada di City of Creativity ini.



Akur Jalan Berdua. 


Alisha happy banget, apalagi lihat delman bertebaran. Dia senang melihat kuda. ok, bunda, Azka, Alisha, dan Mba Upi naik delman. Satu delman seharga Rp. 30.000, ini sudah melewati tahap tawar menawar oleh Uti dengan bahasa sunda. Azka duduk di depan, samping Pak Kusir, sambil menutup hidung. Yup... harap maklum, Azka sangat sensitif terhadap bau-bauan, apalagi di depannya tersaji bau-bauan alami dari si kuda. he..he..

Difoto dengan Pose okoce. he..he..

Duo A.

Oiya. Sarapan pagi itu adalah sarapan porsi ajib. he..he.. Abi & Azka masing-masing dua porsi bubur ayam dan es milo. Bunda satu porsi bubur ayam plus setengah porsi lontong sayur. Akung satu porsi ketoprak. Dede ncha setengah porsi bubur ayam. Mba Upi dan Uti satu porsi bubur ayam. Duhh... ga tau deh, hawanya kalo di bandung itu enak makan. (halah.... emang di Bekasi ga enak makan? wkwkwk..)

Dari CFD, kami cuss menuju Stasiun Bandung, cari tiket kereta untuk Uti. Uti berencana pulang ke jakarta Selasa pagi, menemani Akung dahulu di Bandung. he..he..

Duo A seneng dong lihat kereta dari jarak dekat. si Alisha malah ngajak ayo-ayo aja. Ha..ha.. kali ini, kita nonton kereta dulu ya De'. Naik keretanya in sya Allah kapan-kapan.

Ngintip kereta daru pintu keluar. Jilbabnya Alisha ke mana yah? hi,,hi,,

Siang itu, kami pun pulang ke rumah, untuk mandi. Notes : yang udah mandi mau berangkat CFD cuma Bunda dan Abi. he..he.. Tak apalah, mandinya 2 in 1. Cukup sekali dan dimaklumi.

Senin pagi, bertepatan dengan May Day 1 May 2017, kami kembali ke Bekasi. Kami berangkat sekitar jam 8. Di wilayah Padalarang, kamu mulai bertemu dengan kovoi mobil yang akan berdemo haru buruh di Jakarta. Alhamdulillah perjalanan lancar, kami tiba di Bekasi jam 10.30 pagi.





Sampai Bekasi, mengingat stok susu kotaknya si princess Alisha menipis, kamipun sekalian ke supermarket. And this is the end of our long weekend. Alhamdulillah semua happy... Kalo Abi happy plus pegel. ha..ha..


okoce again. 


Thursday, 27 April 2017

Tentang Hati Yang Berwarna

This is the story :)

Hai hati ...
Bagaimana keadaanmu?
Masihkah sama tenangnya seperti aku di permukaan?
Tempatmu yang tak terlihat sepertinya memberi kenyamanan bagimu?
Maafkan aku yang terkadang alfa menanyakanmu

Hai diri ...
Kurasa keadaanku tidak cukup baik
Aku tidak tenang seperti engkau yang berusaha tampak tenang
Tempatku memang tersembunyi,
Tetapi noktah-noktah hitam yang engkau sebarkan tidak cukup menyembunyikan warnaku

Hai diri ...
Bolehkah aku memintamu untuk sedikit bekerja
Sedikiiiittt saja, untuk merawat diriku
Walaupun aku tidak (belum) sakit
Tetapi aku juga tidak menginginkan noktah setitikpun menempel padaku

Hai diri...
Sudilah kiranya tiap detikmu kau isi dengan dzikir
Kau gerakkan bibirmu untuk mengucap asmaNya
Kau penuhi neuronmu untuk memikirkanNya
Sehingga bisa kau bersihkan semua noktah yang ada padaku



Wednesday, 26 April 2017

Oleh-Oleh Dari Rafif Spesial untuk Azka

This is the story :)

Siang ini Azka happy banget. Dia dapet oleh-oleh spesial dari Rafif, sahabatnya. Azka mendapat sebuah kaos Laskar Pelangi, oleh-oleh dari Rafif yang berlibur ke Pulau Belitung. Kata Azka, hanya dia yang dikasih. Cara memberikannya pun surprise. Saat kelas sep, Rafif langsung memasukkan kaosnya ke tas Azka.


Lalu Bunda tanya ke Umminya Rafif. Dan benar, Rafif memang unya niat untuk membelikan oleh-oleh, spesial untuk Azka. Umminya Azka senang Rafif bersahabat dengan Azka, karena membawa hal positif.
Dan kalau diulik-ulik, Rafif dan Azka memiliki kesamaan. Mereka sama-sama suka bermain lego. suka bongkar pasang.

Moga Azka dan Rafif senantiasa menjadi sahabat dalam taqwa. Aamiin.

Gadget

This is the story :)

Persoalan kami mungkin sama dengan orang tua di belahan dunia manapun. gadget. Jika dievaluasi, Bunda mengamini bahwa ada andil Bunda dan Abi di situ. Mungkin kami terlihat asyik bermain gadget saat anak-anak sedang melakukan aktivitasnya secara mandiri. ok lah, Istighfar untuk semua kesalahan, dan cari solusi.

Tadi malam, mungkin karena wisdom teeth Bunda yang juga sedang bertingkah, Bunda menjadi emosi melihat Alisha asyik menonton youtube. Walaupun yang ditonton tayangan anak-anak, tapi rasanya tidak nyaman untuk Bunda melihat balita asyik dengan gadgetnya. Tanpa tedeng aling-aling, Bunda langsung berkata, "Dede, handphone nya udah dulu ya. Nanti mata Dede sakit. Maaf Bunda ambil handphone nya." Woouw... cara yang sangat tidak elegan bukan? Yess.... I know. Hasilnya... tangisan menjerit dari Alisha. Bunda tidak bergeming. The rules must be followed. Lalu Bunda ajak Alisha keluar, ambil kursi plastik dan senter untuk cek lubang angin. Saat itu Bunda sekalian ingin ngecek lubang angin di bagian luar, karena kamar sedang terindikasi bau b*ngkai. Kami mencari sumber bau tapi tidak menemukan, bahkan sampai bongkar ac, sumber bau tetap tidak berhasil ditemukan.  Alhamdulillah Alisha langsung diam dengan cara diajak keluar.

Dari pengalaman ini, Bunda berkesimpulan bahwa sejatinya yang dibutuhkan anak-anak adalah aktivitas. Dan orang tua tidak boleh mager alias olah raga jari saja. Setelah cek lubang angin itu, Bunda pun masuk ke kamar, dan kami bermain di kamar. Mainannya adalah bantal cinta yang disusun di pinggir kasur menjadi prosotan. Simple, tapi happynya luar biasa.

Jadi, tips simple untuk menjauhkan anak dari gadget adalah :
1. Orang tua juga harus menjauh dari gadget saat membersamai anak-anak.
2. Ciptakan aktivitas yang seru. Balita dan anak-anak rumusnya adalah aktivitas fisik.

Moga bermanfaat yaa.... Kita sama-sama berubah menjadi orang tua yang okoce. he..he.. In sya Allah. Aamiin.

Thursday, 20 April 2017

Kabar Sidang

This is the story :)

Hari ini sidang penghina Al Quran, btp, digelar. Agenda membacakan tuntutan dari jaksa. Agenda ini sempat tertunda karena konon, tuntutannya belum selesai diketik. Tapi kemudian terkuak juga ada surat dari 'suatu pihak' yang meminta sidang tuntutan ditunda.

Daaan.... tuntutannya hanyalah : 1 tahun penjara. Astaghfirullah.... Innalillahi Wa Innailahihi Rojiuun. Yup. hukumnya sudah mati. Kok ga bisa sih minimal lima tahun? Kan pasalnya berlapis.

Kita lihat berita besok lagi yaa...


Wednesday, 19 April 2017

The D-Day

This is the story :)

Hari ini, Rabu, 19 April 2017, adalah putaran final pilkada DKI Jakarta. Tiga hari seelumnya, dimana KPU menyatakan hari-hari tersebut adalah masa tenang, malah menjadi masa cekam. Kenyataannya selebaran black campaign ditemukan, pembagian sembako yang mengatasnamakan suatu paslon ramai di lini masa media sosial, dan tak ketinggalan, nyinyir antara pendukung paslon makin panas,

Cape sesungguhnya melihat hal ini. Pilkada malah menjadi hal yang tidak mencerdaskan. Dan menjadi penyebab 'bermusuhan' antar saudara, antar teman, antar tetangga.

Eh ... kalau difikir, wajar juga sih. Karena Bunda melihat ini bukan pertarungan antara 2 paslon. Melainkan ada 'aqidah' yang dipertaruhkan di sini. Silakan bilang lebay untuk istilah itu, kenyataannya seperti itu.

Kalau mau dideskripsikan secara lengkap dan detail, rasanya akan menjadi 1 non fiksi.

Dan pagi tadi, Allahu A'lam, entah kenapa, rasanya beda saat Bunda membaca At Taubah. Ada air mata yang ga nahan juga keluar dari peraduannya. Abi pun, yang hari-hari biasa mager untuk dibangunkan shalat tahajud, dua malam ini menghidupkan penghujug malamnya dengan tahajud dan tilawah.

Pagi itu kami berangkat, dengan doa tak henti. Dan siang hari, Masya Allah.... quick count menyatakan paslon Anies Baswedan dan Sandi Uno unggul. Dan sampai malam inipun euphoria kemenangan masih terasa di lini masa pendukung Anies Sandi.

Tapi, kalau boleh mengingat sejarah perang uhud, maka selama 3 x 24 jam ke depan, kita tidak boleh lengah. Suara harus dikawal. Salut untuk tim saksi yang mengawal suara hingga tingkat provinsi. Barakallah, moga menjadi pemberat timbangan kebaikan untuk para 'penjaga suara.'

Istighfar yang banyak untuk yang terpilih maupun yang memilih. Agar pertolongan Allah dekat, agar tidak lalai menunaikan amanah yang tidak berlangsung hanya lima tahun, Amanah ini akan bikin 'lama' di meja hisab jika tidak ditunaikan dengan baik.

Hasbunallah wa Ni'mal Wakiil. Ni'mal Maulaa wa Ni'manNashiir.


Tuesday, 18 April 2017

Tanya

This is the story :)

Kalau di luar negeri, pilkada itu marak dengan black campaign ga ya?

Monday, 17 April 2017

Jalan-Jalan Happy Ekonomis


This is the story :)

Jumat 14 April lalu, masuk ke long weekend. Karena kami tidak memiliki rencana ke luar kota (aka Bandung, yang sempat tertunda), maka jadilah kami di dalam kota saja. Daaannn... tujuan kali ini adalah ke Taman Mini. Alasannya, murah meriah, dan tidak terlalu jauh dari rumah.

Kami berangkat jam 8.30 dari rumah. Tadinya mau ke musium PP Iptek. namun saat tiba di lokasi Azka rada galau dan minta kami 'puter-puter' dulu untuk mencari wahana yang ingin kami kunjungi, sampailah kami pada pemberhentian pertama, yaitu... Taman Burung. Hm.... kurang seru sih menurut Bunda. Burungnya sedikit, dan hanya ada satu kubah yang bisa dimasuku. Kubah lain sedang direnovasi.

 Masuk Taman Burung, tiketnya diskon 50%.


Ini jalan-jalannya ... 
Alisha di dekat kolam Pelican

Bunda kira ini patung. Sempat kepengen pegang paruhnya. Eh pas jalan, Azka bilang... Bun, lihat, matanya kedip-kedip. 

Cape jalan-jalan, istirahat dulu sambil minum susu kotak.






Lalu, di Taman Burung ada kolam ikan, yang pengunjung bisa kasih makan ikan dengan harga Rp. 3.000 seplastik.

Ini yang jadi kesukaan Azka Alisha. Ikannya pun,mungkin karena 'dijejelin' makanan terus kali ya... gemuknya luar biasa,
Beli makan ikan di warung dekat kolam. 



2A akur yesss...

Lagi terpesona sama ikan. 

Kadang si Kakak 'nyomot' makanan ikannya si Dede. 


Tuh... gendut kan. Kalo kata Alisha kaya perut Abi/ 

Ciyyeehh.... ada penampakan Bunda. 

Selesai keliling-keliling, dan Azka sudah mulai resah karena panas, (notes : takut kulitnya hitam. aseli...), maka kita cari tempat yang adem. Next destination ... Musium Transportasi. Eh... di pintu keluar ada sekelompok seniman yang sedang manggung membawakan lagu keroncong. He..he.. pantesan selama di dalam Taman Burung, kami mendengar sayup suara orang sedang nembang lagu keroncong. 



Di Musium Transportasi, kami tidak berkeliling sampai ke dalam. Hanya naik ke pesawat yang sedang dibuka, lalu lihat-lihat kereta yang dpajang di luar. Hi..hi... Duo A happy banget naik pesawat. Bukan norak bukan apa ya, tapi memang dua anak itu belum punya experience naik pesawat. he..he.. in sya Allah soon ya Nak....  Di dalam pesawatnya adem. He..he.. betahlah anak-anak berlama-lama di sini. 

di Cockpit. weleh... sempit ya ternyata. Mau duduk aja susah. Panelnya banyak banget. 

Cybling

'Hallo... Dede nanik pecawat'.

Puas bermain di pesawat, kami melanjutkan ke area kereta api. Tidak lama di sana, karena kami mengejar waktu shalat Jumat. 
Kereta di atas 'putaran'. 

Udah gaya di pintu kereta, tapi blur. he..he.. Maaf ya De. 

Kurang banyak sih foto-fotonya. Yah maklum lah, Azka itu ga suka difoto. he..he.. in sya Allah jalan-jalan di beda lokasi beda timing, kita akan cerita dan foto lebih banyak. yang jelas, Taman Mini recommended banget untuk wisata edukasi. 

Dhu'afa

This is the story :)

Kalau Bunda boleh membuat kamus bahasa serapan, Bunda akan mendefinisikan dhuafa sebagai :

Orang muslim yang berkekurangan harta dan rela menukar KTP serta memberikan hak suaranya pada paslon yang tidak tepat untuk didukung.  
-Tulisan dalam rangka mendengar berita guyuran sembako di hari Ahad, 16 April 2017, TIGA hari menjelang Pilkada.-
Powered By Blogger